Arogansi Oknum Kades di Medsos Tuai Kritik: Bahasa Kasar Dinilai Tak Pantas untuk Seorang Pemimpin

Swara Gapura

Seorang kepala desa seharusnya mampu menjaga marwah jabatannya sebagai pimpinan di tingkat desa. Selain menjadi pengayom, seorang kades diharapkan bijak dalam bertindak dan mampu menunjukkan perilaku yang memberi teladan bagi masyarakat.

Namun hal tersebut tidak tercermin dari tindakan salah seorang oknum kepala desa di Kabupaten Ciamis. Dalam sebuah unggahan di media sosial, oknum kades tersebut terlihat menggunakan bahasa yang terkesan kasar dan arogan, bahkan menantang wartawan dengan gaya tutur yang menyerupai preman.

Dalam unggahannya, oknum tersebut menyampaikan kalimat berbahasa Sunda bernada keras, “diaduan ku aing”, yang secara makna memperlihatkan ajakan berkonflik. Ungkapan itu pun memicu respons negatif dari berbagai kalangan karena dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik.

Perilaku tersebut sangat disayangkan, mengingat figur kepala desa seharusnya menjadi contoh yang baik dan mampu menjaga etika, terlebih di ruang publik seperti media sosial. Alih-alih menenangkan situasi, pernyataan tersebut justru menimbulkan kegaduhan dan stigma negatif di tengah masyarakat.

Hingga kini, awak media masih berupaya meminta klarifikasi terkait maksud dan tujuan oknum kepala desa tersebut mengeluarkan pernyataan bernada provokatif di media sosial. Publik berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar setiap pejabat publik lebih berhati-hati dalam berucap dan menjaga sikap sebagai figur yang dipercaya masyarakat. (SG.W-028/mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!