Swara Gapura
Seluruh perangkat daerah harus memiliki kepemimpinan Siliwangi yaitu kepemimpinan yang “ nerus bumi, ngapak mega, tur napak sancang. Ini sangat scientific dimana fokus utamanya jika dihubungkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana yang jadi kunci peningkatan sumber daya manusia (SDM) diJabar
Hal itu ditegaskan Sekda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Herman Suryatman saat menghadiri sekaligus membuka Forum Organisasi Perangkat Daerah (FOPD) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat. Rabu (18/2)
Herman menjelaskan, nerus bumi berarti harus membumi, paham realitas sehari‑hari, empati terhadap lingkungan dan masyarakat. Sebagai contoh, realitas yang terjadi di sekitar kita seperti perkawinan dini, kekerasan terhadap perempuan dan anak, peningkatan angka perceraian, dan kasus bunuh diri anak.
“Maka , kita harus paham kedalaman setiap permasalahan yang ada, sehingga dapat melakukan pencegahan serta sinergitas sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan,” tandasnya.
“Dua adalah ngapak mega digunakan sebagai metafora berpikir besar, punya visi tinggi dan punya target ke depan dan ke tiga napak sancang berarti bisa menyelesaikan masalah dalam situasi sulit dengan anggaran terbatas. Dalam hal ini, fokus pada exit strategy ,” tambah Herman
Sejalan dengan itu, Herman mengungkapkan bahwa pembangunan SDM dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dan paling fundamental dalam masyarakat. Keluarga yang kuat, harmonis, dan berdaya menjadi fondasi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“ Forum OPD bukan hanya formalitas tapi melalui Pegawai di lingkup DP3AKB perlu memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya pada pencegahan kekerasan serta penanganan kekerasan secara komprehensif” ujarnya
Di tempat yang sama Kepala DP3AKB Jabar Siska Gerfianty mengatakan pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan KB merupakan strategi pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga serta menciptakan peluang berkontribusi besar membentuk ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat untuk mewujudkan generasi unggul Jabar.
“Upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan pengasuhan positif, serta percepatan penurunan perkawinan anak menjadi bagian penting dari agenda pembangunan daerah. Khususnya peningkatan kapasitas SDM dan tata kelola pembangunan,” ungkap Siska.
Siska menambahkanForum DP3AKB Jawa Barat juga membahas penguatan pembangunan keluarga melalui peningkatan kualitas pengasuhan, edukasi kesehatan reproduksi remaja, dan penguatan ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter pancawaluya masyarakat Jawa Barat.
“Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi dan konvergensi program lintas sektor guna memastikan kebijakan terintegrasi dan berdampak nyata” pungkas Siska
