Swara Gapura
Sejumlah penerima manfaat program makan bergizi gratis di wilayah Panumbangan menyampaikan keluhan terkait kualitas dan pelayanan yang disalurkan SPPG Payungri dinilai belum optimal.
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa penerima manfaat menilai kondisi makanan yang diberikan, baik dalam bentuk kering maupun basah, tidak sesuai dengan harapan. Mereka menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian pada menu yang disalurkan, mulai dari kualitas hingga kuantitas yang diterima.
“Menu yang diberikan dinilai tidak konsisten. Selain itu, jumlahnya juga dianggap tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima,” ungkap salah satu penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya itu, sejumlah pihak juga mempertanyakan transparansi terkait anggaran dalam penyediaan makanan. Mereka menduga adanya pengurangan nilai yang berdampak pada kualitas serta porsi makanan yang diterima masyarakat.
Upaya konfirmasi kepada pihak pengelola, dalam hal ini Kepala Dapur SPPG payungsri disebut belum membuahkan hasil. Beberapa penerima manfaat mengaku telah mencoba menghubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan respons.
Situasi ini menimbulkan harapan agar pihak terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan, baik dari sisi kualitas makanan, kuantitas, maupun pelayanan kepada penerima manfaat.
Masyarakat berharap program makan bergizi gratis yang digulirkan dapat benar-benar berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan asupan gizi dan kesejahteraan masyarakat, tanpa menimbulkan persoalan di lapangan. (SG.W. 028/mon)
