Bukan Pakai Uang, Warga Desa Kertaraharja Kini Bisa Bayar Pajak PBB Pakai Benda Ini!

Swara Gapura

Panumbangan – Langkah memutus rantai persoalan sampah sekaligus mendongkrak perekonomian warga mulai  dari hulu. Pemerintah Desa Kertaraharja bersama Kecamatan Panumbangan  Kab Ciamis menggelar Sosialisasi, Edukasi Pengelolaan Sampah, serta Pembangunan Tata Kelola Bank Sampah Kasuka  di Aula Desa Kertaraharja, Senin (15/6).

Acara dihadiri  Camat Panumbangan dan jajarannya, Kepala UPTD Kebersihan, Persampahan Pertamanan Wilayah Panumbangan, Kepala Desa Kertaraharja dan jajaran, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), MUI, LPM, TP-PKK, BUMDES, KDMP, Karang Taruna, Kader Posyandu, Pengurus Bank Sampah Kasuka serta para Ketua RT dan RW se-Desa Kertaraharja.

Kegiatan Sosialisasi ini menunjukan kuatnya sinergi tingkat kewilayahan. Camat Panumbangan tidak hanya hadir sebagai unsur pembina, tetapi ikut terjun langsung bersinergi mengedukasi, memotivasi, serta menggerakkan kesadaran masyarakat agar terlibat aktif dalam pengelolaan sampah yang baik dan tata kelola Bank Sampah Kasuka.

Dalam arahannya, Camat Panumbangan Irfan Hielmi memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi bersama Desa Kertaraharja, sekaligus menuntut komitmen nyata dari seluruh elemen warga masyarakat untuk menyukseskan program pengelolaan lingkungan yang bersih dan sehat ini  berkelanjutan.

“Persoalan sampah ini tidak akan pernah selesai jika  hanya berpikir tentang membuang dan memindahkan masalah ke TPA atau hilir. Kuncinya ada di hulu, yaitu di dapur rumah tangga masing-masing.” terangnya

“ Seluruh warga secara bersama-sama menggerakkan lingkungan untuk memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri. Ini bukan lagi sekadar imbauan, melainkan gerakan bersama demi kelestarian lingkungan Panumbangan,” tambah Irfan

Beliau juga menambahkan bahwa pihak Kecamatan akan terus mengawal, memonitor, dan ikut mendorong agar integrasi antara bank sampah dengan kelembagaan desa berjalan beriringan tanpa putus di tengah jalan.

“ Program Bank Sampah harus berkelanjutan  pasalnya selain akan mewujudkan lingkungan yang bersih, asri dan sehat juga akan menambah pendapatan keluarga” ujarnya

Guna memberikan pengetahuan dan bekal teknis  yang matang bagi pengurus, panitia menghadirkan nara sumber ahli yang telah berhasil membangun ekosistem serupa, yaitu Dhani Ramdhani selaku Ketua Bank Sampah Al Iman Sindangkasih.

Dalam paparan, Dhani menekankan fondasi utama keberhasilan bank sampah terletak pada integrasi kesadaran antara warga sebagai nasabah dan pengurus di lapangan. Menurut Dhani Membangun kesadaran memilah sampah langsung dari rumah tangga masyarakat secara otomatis akan sangat memudahkan kerja para pengurus bank sampah di tingkat gudang.

​” Ketika warga sudah disiplin memisahkan material sejak dari dapur, pengurus tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk menyortir sampah yang kotor atau berbau. Alur operasional menjadi jauh lebih cepat, bersih, dan efisien,” ungkap Dhani Ramdhani

Sejalandengan motivasi tersebut, Kepala Desa Kertaraharja  Yana Suryana mengungkapkan bahwa revitalisasi Bank Sampah Kasuka kali ini didesain agar membawa dampak kesejahteraan ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui program inovasi yang menyentuh kebutuhan mendasar warga.

“Dukungan penuh dari Pak Camat serta ilmu praktis dari Kang Dhani sebagai narasumber hari ini menjadi energi besar untuk membangun bank sampah Kasuka dengan tata kelola yang profesional akuntabel dan sistematis” ujarnya

“Salah satu inovasi unggulan yang disepakati adalah Program Konversi Sampah untuk Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) cukup dengan menabung sampah anorganik yang sudah dipilah dari rumah, PBB lunas” tambah Yana

Lebih lanjut, Kades Kertaraharja menjelaskan bahwa skema bisnis makro dari bank sampah ini akan dikawal penuh oleh BUMDes guna memastikan stabilitas harga jual material ke industri daur ulang, sehingga hak ikhtiar menabung warga tetap terjaga nilainya.

“ Kami akan mengawal dan mengawasi sistem pengelolaan sampah yang melibatkan pengumpulan, pemilihan dan pengolahan sampah dengan pendekatan ekonomi” tegas Yana

Acara sosialisasi ini ditutup dengan momentum sakral berupa penandatanganan *Surat Pernyataan Komitmen Bersama* oleh seluruh Camat, Kepala UPTD, pimpinan lembaga desa, mulai dari Pemerintah Desa, BPD, MUI Desa, PKK, LPM, BUMDes, KDMP, Kader Posyandu hingga perwakilan RT/RW di atas kertas menggunakan ballpoint.

Penandatanganan ini menjadi simbol runtuhnya ego sektoral sekaligus kesiapan seluruh elemen masyarakat di bawah dorongan Camat Panumbangan dan Kades Kertaraharja demi mewujudkan Desa Kertaraharja yang bersih, sehat, mandiri, dan bebas dari pembuangan sampah liar. (SG.W.028/mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!