Swara Gapura
PT Gusti Global Group yang berada di dusun simpar kecamatan panjalu kabupaten Ciamis Panjalu menghadirkan terobosan baru yang bermakna bagi masyarakat. Setelah dikenal bergerak di bidang jaringan internet, perusahaan resmi meluaskan layanan dengan membuka jasa perjalanan ibadah Umrah yang dikelola di bawah naungan Al Ahza. Minggu (1/11)
Layanan ini menawarkan paket eksklusif bernama Umrah Golden Journey dengan dua pilihan jadwal yang dapat disesuaikan kebutuhan jamaah: Paket 10 Hari — Bulan September: Rp29.500.000 per jamaah dan Paket 13 Hari — Bulan Juni: Rp33.500.000 per jamaah
Kedua paket dirancang dengan standar pelayanan dan kenyamanan terbaik, menyajikan fasilitas lengkap guna mendampingi jamaah menjalankan ibadah dengan tenang, khusyuk, dan berkesan.
Direktur Utama PT Gusti Global Group, Gustira Panduwinata, menyampaikan kabar ini dengan rasa syukur. Menurutnya Layanan Umrah ini akan selenggarakan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan September, dengan komitmen pelayanan dan fasilitas yang maksimal bagi setiap jamaah
“Alhamdulillah, langkah ini menjadi wujud pengabdian kami yang lebih luas. Selain menghadirkan konektivitas melalui jaringan internet, kami ingin turut mendampingi masyarakat meraih keberkahan di Tanah Suci” Gustira.
Ia menuturkan Lebih dari sekadar usaha bisnis, penyelenggaraan layanan ini menyimpan niat mulia yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Adapun sebagian keuntungan dari setiap perjalanan Umrah akan disisihkan untuk mendukung program sosial keagamaan, yakni: Satu kendaraan untuk satu Majelis Taklim dan Satu kendaraan untuk satu Pondok Pesantren
“Program ini bertujuan memperkuat pelayanan lembaga-lembaga pendidikan dan dakwah di lingkungan masyarakat, sehingga manfaat dari setiap langkah jamaah ke Tanah Suci dapat terus dirasakan oleh umat di tanah air” terang Gustira
“Dengan hadirnya layanan ini, PT Gusti Global Group berharap dapat menjadi jembatan bagi siapa saja yang berkeinginan menunaikan ibadah Umrah, sekaligus berkontribusi nyata memajukan kegiatan keagamaan dan pendidikan di tengah masyarakat” pungkasnya (SG.W.028/mon)
