Swaragapura
Kekerasan terhadapĀ perempuan dan anak adalah masalah sangat serius dan membutuhkan perhatian sangat serius pula. Kekerasan iniĀ tidak hanya merugikan korban secara fisik, psikologis dan sosial tetapi juga merugikan masyarakat secara keseluruhan
Hal itu diungkapkan Ibu Wakil Walikota Tasikmalaya sekaligusĀ sebagai Ketua Bidang 1 TP PKK Kota Tasikmalaya Ā Rani Permayani saat menghadiri kegiatan sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Melalui Kesadaran Hukum dalam Keluarga di Masjid Al Wustho Kawalu Kota Tasikmalaya. Minggu (18/5)
Rani menuturkan kekerasan terhadap perempuan dan anak ditahun 2024 sangat tinggi yaitu mencapai 164 kasus terdiri dari 49 kasusĀ perempuan (dewasa) dan 115 kasus anak (laki laki dan perempuan). Di periodeĀ Januari-April 2025 adaĀ 66 kasusu terdiri dari 40 kasus anak (14 anak perempuanĀ dan 26 anak laki laki), 21 perempuan dewasaĀ dan 5 laki laki
ā Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kekesaran terhadap perempuan dan anakā terangnya
Ia menambahkan sosialisasi ini juga bertujuanĀ untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan perempuan dan anak melalui pembinaan berkenaan dengan KILASĀ (Keluarga IndonesiaĀ LindungiĀ Anak dan Kekerasan Seksual ) melalui kesadara hukum dalam berkeluarga
ā Masyarakat diharapkanĀ dapat memahami akan pentingnya KILAS serta menjadi agen perubahan yang aktif dalam pencegahan dan menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam keluarga masing masingā pungkas Rani
