Dipusipda Kota Tasikmalaya Selenggarakan Pelatihan Bahasa Jepang sebagai Upaya Penguatan Literasi dan Peningkatan Kompetensi SDM Daerah

Swara Gapura

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dipusipda) Kota Tasikmalaya melalui Bidang Perpustakaan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas literasi dan kompetensi masyarakat dengan menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Jepang. Program pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dan dipusatkan di Aula Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya. Sebanyak 35 peserta dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Selasa (18/11)/2025.

Kepala Bidang Perpustakaan Dipusipda Kota Tasikmalaya, Teguh Purnama, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi perpustakaan sebagai pusat layanan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning center). Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang menegaskan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi yang bertujuan meningkatkan kecerdasan dan keterampilan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek linguistik seperti penguasaan kosakata, tata bahasa, dan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga memuat materi pengantar budaya Jepang, termasuk kedisiplinan, etos kerja, profesionalitas, serta sistem nilai masyarakat Jepang yang terkenal maju dan adaptif.

“Pelatihan Bahasa Jepang ini dirancang sebagai program komprehensif yang tidak hanya mengembangkan kompetensi berbahasa, tetapi juga membangun karakter yang produktif, tangguh, dan berdaya saing. Kami ingin peserta memahami bahwa bahasa adalah pintu masuk menuju kualitas diri yang lebih baik,” ujar Teguh.

Selama tiga hari, seluruh peserta mengikuti serangkaian sesi teori, praktik percakapan, pemahaman budaya, hingga simulasi situasi nyata. Setelah program selesai, setiap peserta akan menerima sertifikat dan transkrip nilai sebagai pengakuan atas ketuntasan kompetensi yang diperoleh.

Teguh menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam membuka akses pendidikan nonformal bagi masyarakat, sekaligus merespons tren globalisasi yang menuntut penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Jepang.

“Bahasa Jepang semakin relevan karena peluang kerja, pendidikan, dan kemitraan internasional yang terus berkembang. Kami berharap peserta mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” jelasnya.

Lebih jauh, Teguh menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, program nasional yang didorong oleh Perpustakaan Nasional RI dan telah diadopsi oleh Dipusipda Kota Tasikmalaya. Program ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, literasi ekonomi, literasi digital, serta perluasan akses informasi dan peluang usaha.

“Perpustakaan hari ini bukan lagi hanya tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan adalah ruang hidup, ruang tumbuh, dan ruang pemberdayaan. Melalui pelatihan ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” terangnya.

“Harapannya, kegiatan semacam ini dapat meningkatkan taraf sosial dan ekonomi peserta, sekaligus memperluas kesempatan kerja, termasuk peluang bekerja di Jepang yang kini terbuka melalui berbagai skema kerja sama tenaga kerja Indonesia,” tambah Teguh.

Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Tasikmalaya, serta mendukung prioritas nasional terkait peningkatan literasi masyarakat sebagaimana diarahkan dalam Strategi Nasional Literasi.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat, kami yakin perpustakaan dapat menjadi katalisator peningkatan kualitas SDM dan pilar penting dalam pembangunan daerah” terang Teguh.

Dipusipda menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus diadakan secara berkelanjutan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

“ Dengan semangat inklusi sosial, perpustakaan hadir untuk semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali menguatkan peran perpustakaan sebagai bagian penting dari fondasi kesejahteraan dan kemajuan Kota Tasikmalaya,” pungkas Teguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!