Pemkot Tasikmalaya Mantapkan Strategi Penurunan Stunting Lewat Rakor Tingkat Kota

Swara Gapura

Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting melalui Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kota yang digelar pada Selasa, 25 November 2025 di Aula Bale Kota Tasikmalaya. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah berbagai sektor guna mengakselerasi penanganan stunting hingga ke tingkat keluarga.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Drs. Asep Goparullah, M.Pd., menyampaikan bahwa kondisi stunting di Kota Tasikmalaya menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting turun dari 27,1 persen pada 2023 menjadi 19,6 persen pada 2024. Sepanjang 2025, pemerintah terus memperkuat pendampingan kader, meningkatkan sinergi puskesmas dan kecamatan, serta mengoptimalkan fungsi posyandu pada enam layanan dasar SPM.

Asep menekankan bahwa perubahan perilaku menjadi faktor penentu keberhasilan program. Ia menegaskan pentingnya edukasi di tingkat rumah tangga karena pola asuh sangat memengaruhi tumbuh kembang anak. “Setiap anak di Kota Tasikmalaya berhak tumbuh sehat dan mendapatkan pengasuhan terbaik,” ujarnya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA., turut menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam menekan kasus stunting dan mencapai target zero new stunting. Menurutnya, rapat koordinasi ini bukan hanya evaluasi program, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam membangun generasi emas Kota Tasikmalaya menuju 2045.

Data EPPGM Agustus 2025 menunjukkan terdapat 4.805 anak yang terindikasi stunting dan menjadi sasaran prioritas penanganan. Wali Kota juga mendorong penguatan edukasi kepada ibu dan remaja putri, termasuk peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di tingkat kelurahan sebagai bagian dari gerakan Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat).

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap sinergi lintas sektor semakin solid dan berdampak langsung pada penurunan stunting. Kolaborasi, menurut pemerintah kota, menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi menuju Indonesia Emas 2045. (SG.W-007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!