Swara Gapura
Dalam rangka mendukung program ASRI ( Aman, Sehat, Resik, Indah) ASN Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK), Penyuluh KB dan Komunitas Gober (Gorong gorong bersih) melakukan gotong royong membersihkan sampah sungai Cikapundung Kolot Kelurahan Binong. Rabu (4/2)
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka untuk menjaga kelestarian sungai dan mewujudkan Indonesia asri, sehat dan berkelanjutan. Kondisi sungai yang bersih dan terawat merupakan cerminan kepedulian bersama terhadap alam dan masa depan generasi mendatang
“ Peran masyarakat menjadi kunci utama menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Hal itu bisa dimulai dengan tidak membuang sampah disungai, mengelola limbah rumah tangga dengan baik dan dengan kesadaran kolektif atau gotong royong akan membentuk budaya cinta sungai sebagai asset bersama” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Dadi Roswandi
Dengan kesadaran kolektif atau gotong royong lanjut Dadi, akan membentuk budaya cinta sungai sebagai asset bersama. Menurutnya penting masyarakat agar selalu menjaga dan mencintai sungai karena dampak yang ditimbulkan akan dirasakan kerugianya oleh masyarakat
“ Bila masyarakat buang sampah sembarangan tidak hanya merusak lingkungan tapi juga membawa risiko kesehatan. Maka dari itu lingkungan harus di jaga kelestarian dan kebersihan serta selalu dirawat” ujar Dadi
Ia menambahkan, melalui Gerakan Indonesia ASRI pemerintah mendorong penataan lingkungan harus dilaksanakan secara berkelanjutan pasalnya penataan lingkungan sebagai pondasi kualitas hidup, ketertiban sosial dan daya saing bangsa
“ Gerakan ini bersipat nasional, lintas sektor dan berbasis perubahan prilaku dan bagian dari investasi masa depan Indonesia” uangkap Dadi
Sementara itu ditemui di sela sela kegiatan Ketua Kampung KB Guyub Wawan mengatakan bahwa saat ini berbagai tantangan masih dihadapi dalam upaya mengelola sungai mulai dari pencemaran dari sampah rumah tangga, limbah industri hingga alih fungsi lahan di sekitar daerah aliran sungai
“ Apabila tidak ditangani serius permasalahan sungai, keruksakan sungai dapat memicu bencana misalnya terjadi banjir, krisis air bersih, serta berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan masyarakat” ujarnya
“ Oleh karena itu, upaya menjaga dan merawat sungai harus menjadi agenda bersama lintas sektor” pungkas Wawan
