Swara Gapura
Tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Rd. Diky Candra Negara pada 20 Februari 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui kebijakan reprioritas anggaran yang terukur dan tepat sasaran, pemerintah memastikan setiap program pembangunan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga.
Visi pembangunan “Tasikmalaya sebagai Kota Industri, Jasa dan Perdagangan yang Religius, Inovatif, Maju dan Berkelanjutan” diwujudkan melalui tujuh program prioritas, yakni Tasik Pintar, Tasik Religius, Tasik Gemas, Tasik Resik, Tasik Pelak, Tasik Nyaman, dan Tasik Melayani.
Penguatan Pendidikan dan Karakter
Dalam sektor pendidikan, program Tasik Pintar difokuskan pada perluasan akses dan peningkatan mutu layanan. Pembangunan ruang kelas baru serta rehabilitasi ruang belajar dari jenjang PAUD hingga SMP dilakukan secara bertahap.
Selain itu, lebih dari 2.000 paket perlengkapan sekolah dan alat peraga pembelajaran telah disalurkan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berkualitas.
Sebagai kota yang dikenal dengan sebutan Kota Santri, penguatan nilai keagamaan menjadi bagian penting pembangunan sumber daya manusia. Melalui program Tasik Religius, pemerintah menghadirkan inovasi pembinaan keagamaan, termasuk program OHAN HAFIDZ (One Kelurahan One Hafidz) yang berhasil mencetak hafidz dan hafidzah di tingkat kelurahan.
Tak hanya itu, lebih dari 15 ribu santri diniyah memperoleh dukungan sarana, prasarana, serta pembinaan berkelanjutan.
Fokus Kesehatan dan Lingkungan
Di bidang kesehatan, program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) menitikberatkan intervensi gizi bagi kelompok rentan, khususnya balita dan ibu hamil. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Sementara itu, melalui program Tasik Resik, optimalisasi pengelolaan lingkungan terus diperkuat. Peningkatan sistem persampahan, kebersihan kawasan publik, hingga penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir dilakukan agar lebih tertib, layak, dan humanis.
Dorong Ekonomi Lokal dan Infrastruktur
Untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, program Tasik Pelak (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan) difokuskan pada penguatan koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta fasilitasi akses permodalan dan pemasaran terus digencarkan guna meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Di sisi lain, program Tasik Nyaman menjadi landasan penguatan infrastruktur perkotaan melalui perbaikan jalan serta optimalisasi ratusan titik Penerangan Jalan Umum (PJU) guna meningkatkan konektivitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.
Reformasi Pelayanan Publik
Peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi prioritas melalui program Tasik Melayani. Reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, serta penguatan budaya kerja aparatur dilakukan untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya menegaskan, capaian satu tahun ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, hingga komunitas warga.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen membuka ruang partisipasi publik dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Memasuki tahun-tahun berikutnya, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat, transformasi pelayanan publik dipercepat, serta pembangunan diarahkan agar berjalan secara berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Kota Tasikmalaya optimistis melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
“Harapan Baru, Tasik Maju.”
(SG.W-007)
