Swara Gapura
Hujan deras disertai angin kencang, pohon tumbang, banjir, hingga ambruknya tembok Stadion Wiradadaha,yang menerjang Kota Tasikmalaya, menjadi potret sibuknya tim gabungan di lapangan, Jumat (27/03/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, memastikan seluruh unsur sudah bergerak menangani dampak bencana. Mulai dari kepolisian, BPBD, Dinas Sosial, hingga dinas teknis seperti PUTR, DLH dan Satpol PP telah diterjunkan”ucapnya.
Lanjut Asep “Semua tim sudah ada di lapangan dan Alhamdulillah ini sudah kita tangani. Namun yang terpenting kita akan menangani kondisi yang mengarah ke kepentingan publik,”
Penanganan akan diprioritaskan pada titik-titik yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Sementara lokasi lain yang dinilai tidak mendesak, akan ditangani secara bertahap. “Nanti yang tidak mengarah ke publik
kemungkinan besok ditangani, karena cukup banyak yang harus diselesaikan,” tuturnya.
Masih dikatakan Asep “Berdasarkan data sementara hingga pukul 17.58 WIB, tercatat sejumlah kejadian bencana akibat cuaca ekstrem. Di antaranya pohon tumbang di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Jalan KH Lukmanul Hakim, Jalan Siliwangi, hingga kawasan Dadaha dan Kahuripan. Bahkan, satu unit rumah di Perum Grand Mayasari Estate serta bangunan sekolah SMU Al Muttaqin Cicurug turut terdampak.
Selain itu, banjir dilaporkan terjadi di Jalan Tentara Pelajar, sementara tiga unit rumah ambruk di wilayah Cihideung dan Bungursari. Insiden lain juga mencatat adanya sambaran petir di lingkungan pondok pesantren serta tiang listrik roboh di Jalan KH Lukmanul Hakim”ujarnya.
Ia juga menambahkan “Sebelumnya, tembok Stadion Wiradadaha sepanjang kurang lebih 100 meter dilaporkan ambruk setelah tertimpa pohon angsana berukuran besar yang tumbang hingga ke akar. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerusakan infrastruktur menjadi catatan serius”tambahnya
Sementara Kepala Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menyebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Tagana untuk percepatan penanganan. Cuaca ekstrem kali ini kembali mengingatkan bahwa ketika angin datang tanpa kompromi, bukan hanya pohon yang tumbang—melainkan juga kesiapsiagaan yang masih perlu diperkuat” tandasnya. (SG.W-010)
