Swara Gapura
Panjalu Festival 2025 kembali digelar dengan penuh kemeriahan dan rasa syukur, menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam merayakan kekayaan budaya dan tradisi lokal. Mengusung tema “Syukur Waktu”, festival ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang sarat makna, hiburan, serta nilai-nilai kearifan lokal. Sabtu 4 April 2026
Ungkapan khas Sunda “Kurung kuring ku galuh galih galeuhna” menjadi spirit yang mengiringi pelaksanaan festival, mencerminkan rasa cinta, kebersamaan, dan kedalaman rasa terhadap budaya warisan leluhur. Filosofi ini menjadi pengingat bahwa identitas budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Berlangsung di kawasan Alun-alun Panjalu, festival ini menyuguhkan beragam acara menarik, mulai dari bazar kuliner khas daerah, pertunjukan seni tradisional, hingga wahana hiburan untuk anak dan keluarga. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang hadir setiap harinya.
Kepala Desa Panjalu Yuyus Surya Adinegara menyampaikan bahwa Panjalu Festival bukan sekadar hiburan, tetapi juga wujud rasa syukur atas waktu dan kesempatan yang diberikan, sekaligus upaya melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Melalui festival ini, kita ingin menguatkan rasa kebersamaan, menggali potensi lokal, serta menjadikan Panjalu sebagai destinasi budaya yang membanggakan,” ujarnya.
Panjalu Festival 2025 diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, serta mempererat tali silaturahmi antar warga.
Dengan semangat “Syukur Waktu”, Panjalu Festival terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan, menghadirkan harmoni antara tradisi, budaya, dan kebahagiaan dalam satu perayaan yang penuh makna. (SG.W-028/mon)
