Swara Gapura
Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) bukanlah sekedar perlombaan untuk mencari siapa yang terbaik dalam membaca, memahami ataupun menafsirkan Al-Qur’an dan Hadis atau tetapi MTQH merupakan ikhtiar bersama untuk membumikan nilai nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat
Hal itu diungkapkan Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat membuka MTQH ke- XVI tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2026 di mesjid Agung Kota Tasikmalaya. Jum’at (12/6)
Ukuran keberhasilan MTQH lanjut Viman, bukan hanya lahirnya para juara tetapi semakin banyak generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, semakin kuat akhlak masyarakatnya, semakin kokoh nilai keislamnya dan semakin luas syiar Islam yang tumbuh ditengah masyarakat
“ Para Peserta MTQH merupakan kafilah terbaik hasi dari ketekukan para guru dan proses pendidikan yang panjang sehingga melahirkan generasi yang saleh, cerdas dan berakhlakul karimah” ujarnya
“ Oleh karena itu, MTQH sejatinya merupakan momentum untuk lebih memperkuat hubungan kita dengan AlQur’an dan Hadis” tambah Viman.
Ia memuturkan MTQH sesungguhnya merupakan wahana pembangunan sumber daya manusia yang akan melahirkan generasi muda berkualitas dan unggul sebagai peminpim umat dan pimpinan bangsa di masa depan.
“ Penyelenggaran MTQH sesungguhnya sedang berinvestasi generasi Qur’ani yang kuat akhlaknya, luas ilmunya serta mampu menghadapi tantangan zaman “ ucapnya
Viman berharap dari MTQH XVI tingkat Kota Tasikmalaya akan lahir qari dan qariah terbaik, hafizh dan hafizhah terbaik, mufassi muda terbaik serta generasi Qur’ani yang kelak mampu mengharumkan Kota Tasikmalaya di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun tingkat nasional bahkan di tingkat nasional
“ Mari Jadikan MTQH ini sebagai momentum untuk memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwan Islamiyah, membangun generasi berakhlakkul karimah serta memperkoko Tasikmalaya sebagai Kota Santri yang religius dan berperadaban’ terangnya
“ Membangun gerenasi Qur’ani bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi merupakan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat” pungkas Viman
