Swara Gapura
Cimahi – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat kembali gelar NGOPI SAHABAT #7 Goes to School di SMKN 1 Cimahi, dan diikuti secara langsung maupun daring oleh pelajar SMKN 1 Cimahi, SMAN 1 Jatisari Kabupaten Karawang, SMAN 1 Jamblang Kabupaten Cirebon, SMAN 11 Bandung, SMAN 7 Bogor, SMAN 27 Bandung, dan SMAN 8 Depok.
Kegiatan yang bertemakan “Menolak Burnout, Saatnya All Out” tersebut menjadi ruang dialog dan edukasi bagi generasi muda untuk mengenali tanda-tanda burnout, memahami batas kemampuan diri, mengelola tekanan, serta tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan dan kesejahteraan diri.
Kepala DP3AKB Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti dalam sambutannya menekankan bahwa kesehatan mental anak dan remaja merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Jawa Barat.
Menurutnya, para pelajar saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tuntutan akademik, target prestasi, lingkungan pertemanan hingga pengaruh media sosial. oleh karena itu harus dibekali kemampuan mengenali kondisi dirinya serta dukungan dari lingkungan terdekat.
“ Anak-anak Jawa Barat diharapkan tumbuh menjadi generasi yang hebat, tapi jangan memaksakan diri sampai mengalami burnout” ujarnya
“Berprestasi itu penting, tetapi menjaga kesehatan diri, mengenali batas kemampuan, dan berani meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan juga merupakan bentuk kekuatan,” tambah dr. Siska. Senin (1/9)
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan, tapi harus menjadi generasi yang sehat dan tangguh serta menjaga kesehatan mental dan kemampuan remaja menghadapi tuntutan akademik, sosial maupun lingkungan.
“Jangan takut untuk beristirahat. Istirahat bukan berarti menyerah. Kenali diri, jaga energi, kelola tekanan, dan kembali melangkah dengan lebih kuat”ujar dr Siska
Ia menambahkan melalui NGOPI SAHABAT, DP3AKB Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong terciptanya ruang komunikasi yang aman dan positif bagi anak dan remaja sebagai generasi penerus.
“Pendekatan edukasi yang dikemas secara ringan diharapkan dapat membuat isu kesehatan mental lebih mudah dibicarakan, sekaligus mendorong anak berani mencari dukungan ketika menghadapi persoalan” terang dr Siska
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan dari Prita Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas aspek psikologis terkait burnout serta strategi menghadapi tekanan secara sehat.
Peserta diajak memahami bahwa kelelahan fisik dan emosional yang berlangsung terus-menerus, kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi, serta munculnya keinginan untuk berhenti dari berbagai aktivitas dapat menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian.
.“Kenali diri, jaga energi, dan temukan cara untuk tetap All Out tanpa harus Burn Out.”
