Swara Gapura
Tasikmalaya Kota – bertempat di Perpuskataan Umum Daerah Kota Tasikmalaya, Dinas Perpustakaan dan Asrip Daerah Kota Tasikmalaya menggelar Festival Literasi Santun Berbasis Braille. Selasa (3/11)
Kegitan yang dihadiri Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan tersebut melibatkan penyandang disabilitas netra, anggota Ikatan Tunanetra Muslimin Indonesia (ITMI), siswa dan pendamping dari SLB Tamansari, SLB Bungursari, serta SLB Aisyiyah Kawalu. Adapun Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 100 orang.
Menurut Viman Festival Literasi Santun Berbasis Braille merupakan salah satu upaya untuk memperluas akses bahan bacaan dan informasi bagi penyandang disabilitas netra, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya literasi inklusif
“Pemerintah Kota Tasikmalaya akan terus mendorong pengembangan budaya literasi yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat” ujarnya
Melalui kegiatan berbasis Braille lanjut Viman Pemerintah Kota Tasikmalaya ingin memastikan bahwa keterbatasan penglihatan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan kesempatan belajar serta informasi yang lebih luas
“Ke depan, Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya diharapkan dapat berkembang menjadi pusat layanan dan rujukan literasi Braille di wilayah Priangan Timur” ujarnya
“Hal tersebut perlu didukung melalui penguatan koleksi buku Braille, bahan bacaan audio dan digital yang aksesibel, serta peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan yang ramah disabilitas” tambah Viman
Ia berharap Melalui Festival Literasi Santun Berbasis Braille, Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa literasi merupakan hak semua orang. Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang belajar yang terbuka, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga.
“Upaya ini membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, dan seluruh elemen masyarakat” terang Viman
Sementara Kepala Dispusipda Kota Tasikmalaya H Andi Abdullah menyampaikan perpustakaan harus menjadi ruang publik semua kalangan tanpa terkecuali. Menurutnya saat ini, Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya telah memiliki lebih dari 200 judul koleksi buku Braille yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat penyandang disabilitas netra.
“Ke depan Dipusipda akan terus mengembangkan layanan perpustakaan Braille sehingga Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya mampu menjadi pusat rujukan layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas netra di wilayah Priangan Timur” terangnya
Pada kesempatan yang sama H Andi juga mengajak mengajak seluruh penyandang disabilitas netra semakin memanfaatkan fasilitas dan koleksi buku Braille di perpustakaan daerah sebagai sarana belajar, menambah wawasan, mengembangkan potensi diri, serta meningkatkan kemandirian.
“Festival Literasi Santun Berbasis Braille diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif” terangnya
“ Tidak boleh ada warga Kota Tasikmalaya tertinggal dari akses literasi karena keterbatasan yang dimilikinya. Perpustakaan harus hadir untuk semua, karena mencerdaskan kehidupan bangsa adalah hak seluruh warga negara, bukan hanya hak sebagian orang” pungkas H Andi
