Swara Gapura
Kejuaraan Pencak Silat antar pelajar se-Priangan tahun 2026 resmi dibuka di Gelanggang Galuh Taruna, Kabupaten Ciamis, Sabtu (2/5/2026). Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi ratusan pesilat muda untuk berkompetisi sekaligus melestarikan budaya bangsa.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 541 atlet pelajar dari berbagai daerah di wilayah Priangan turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, di antaranya perwakilan Bupati Ciamis melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora), Dinas Pendidikan, serta jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ciamis.
Ketua IPSI Kabupaten Ciamis, Ramli Mahmud, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan langkah awal dalam membangun strategi pembinaan atlet pencak silat di daerah serta mendukung pelestarian budaya bangsa
“Event ini menjadi bagian dari kerja sama dengan MGMP. Ciamis harus memiliki strategi untuk mencetak atlet-atlet berprestasi ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung harapan untuk mengembalikan kejayaan pencak silat Ciamis seperti masa lalu, yang pernah melahirkan atlet berkelas dunia. Menurutnya untuk mengembalikan kejayaan pencak silat di Ciams diperlukan peningkatan jam terbang atlit dan memperkaya kalender olah raga
“Kita masih merindukan sejarah ketika Kabupaten Ciamis memiliki atlet dunia seperti Weiwei. Ke depan, IPSI akan terus berkolaborasi dengan paguron, dinas, dan seluruh komponen masyarakat untuk mencetak kembali prestasi tersebut,” tambah Ramli
Menurut Ramli, pembinaan atlet harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan agar mampu menumbuhkan semangat juang para atlet muda. Dukungan dari berbagai pihak juga dinilai sangat penting.
“Peran orang tua, masyarakat, pemerintah daerah melalui Disbudpora, serta IPSI sendiri sangat menentukan. Namun yang paling utama adalah semangat dari atlet itu sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Desy Kartikasari, mengaku antusias mendampingi anaknya yang mengikuti kategori TGR dalam ajang tersebut. Desy menilai kejuaraan ini tidak hanya soal meraih kemenangan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan pengalaman bertanding bagi anak.
“Saya sengaja datang untuk mendampingi dan memberikan dukungan langsung kepada anak saya,” ucapnya.
“Alhamdulillah anak saya bisa masuk final. Saya bilang dia mampu bersaing meskipun ini pertama kali ikut event. Turnamen ini bukan hanya soal menang, tapi juga pembelajaran berharga,” ujar Desy
Ia juga berharap ajang seperti ini selain akan melahirkan atlet atlet berprestasi dan mempunyai kecintaan terhadap seni bela diri tradisional Indonesia juga dapat menjadi jalur prestasi bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“ Kejuaran ini diharapkan akan melahirkan atlet atlet berprestasi yang mempunyai nilai sportivitas dan disiplin tinggi serta kecintaan generasi muda terhadap seni bela diri tradisional Indonesia” ujar Desy
Diketahui, anak Desy merupakan siswi kelas V SD Negeri 1 Karangpaningal, Kecamatan Purwadadi, dan dijadwalkan kembali mengikuti kejuaraan pencak silat pada ajang O2SN tingkat Kabupaten pada 5 Mei mendatang. (SG.W. 028/mon)
