Malam Puncak Panjalu Festival, Seni dan Budaya Jadi Penggerak Kesejahteraan Masyarakat

Swara Gapura

Malam puncak Panjalu Festival berlangsung meriah dengan gelaran seni dan budaya khas daerah yang memukau masyarakat. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian festival sekaligus momentum penting dalam melestarikan warisan leluhur di Kecamatan Panjalu.

Acara dihadiri Bupati Ciamis yang diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis, Dr. Aef Saefullah, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Panjalu Festival merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan nilai-nilai seni dan budaya, yang diharapkan mampu berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Panjalu memiliki kekayaan seni budaya dan potensi wisata yang luar biasa, salah satunya wisata religi Situ Lengkong. Ini merupakan aset berharga yang harus terus kita jaga dan lestarikan sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ujar Aef

Aef juga mengajak seluruh elemen masyarakat Tatar Galuh untuk terus optimis dan semangat  berperan aktif dalam membangun  yang lebih maju dan berkelanjutan serta melestarikan dan memperkuat identitas budaya lokal khususnya wisata religi Situ Lengkong

“Mari kita wujudkan semangat kebersamaan sesuai slogan Panjalu Ngawangun Panjalu Babarengan,” ujarnya

Dalam kesempatan tersebut, Aef juga menyampaikan rasa syukur atas capaian Kabupaten Ciamis yang berhasil meraih predikat sebagai salah satu kota kecil terbersih di Asia Tenggara.

“Prestasi ini diharapkan mampu mengangkat citra daerah hingga ke tingkat internasional” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Panjalu atas dukungan dan dedikasi yang telah diberikan. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ciamis yang terus mendorong pembangunan di wilayah Desa Panjalu.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Kami merasakan langsung dukungan dari pemerintah kabupaten dalam setiap langkah pembangunan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aef menegaskan komitmen untuk terus membangun Panjalu lebih maju menuju visi besar Panjalu Emas 2029 dan Indonesia Emas 2045, melalui kolaborasi berbagai pihak termasuk sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Dengan kebersamaan, kami optimis Panjalu dapat menjadi desa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!