SWARA GAPURA
Makkah, Wali Kota Tasikmalaya melaksanakan koordinasi secara daring bersama jajaran petugas haji dan perwakilan kloter jemaah haji asal Kota Tasikmalaya, menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Minggu (24/05/2026) 17.00 waktu Mekkah/21.00 Wib.
Koordinasi tersebut difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau, pelayanan berjalan baik, serta keluarga jemaah di tanah air memperoleh informasi yang jelas dan menenangkan.
Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan bahwa pelaksanaan puncak haji merupakan fase paling penting dalam rangkaian ibadah haji. Karena itu, seluruh petugas diminta benar-benar memastikan kesiapan jemaah, baik dari aspek kesehatan, bimbingan ibadah, kesiapan teknis lapangan, pengelolaan logistik, maupun komunikasi dengan keluarga di Kota Tasikmalaya.
“Sebagai kepala daerah, saya ingin memastikan jemaah haji Kota Tasikmalaya dalam keadaan sehat, bahagia, siap melaksanakan puncak haji, dan mendapatkan pendampingan terbaik dari seluruh petugas,” ujar Wali Kota.
Berdasarkan laporan dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menyebutkan bahwa jemaah haji Kota Tasikmalaya berjumlah 1.358 orang yang tersebar dalam beberapa kloter, di antaranya Kloter 4, Kloter 20, dan Kloter 28. Secara umum, kondisi jemaah dilaporkan dalam keadaan siap mengikuti rangkaian puncak haji, meskipun terdapat beberapa jemaah yang sedang mendapatkan penanganan kesehatan di rumah sakit.
Perwakilan Kloter 28 melaporkan bahwa sebagian besar jemaah dalam kondisi siap mengikuti Armuzna. Terdapat satu jemaah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan terus dikoordinasikan dengan petugas sektor serta layanan kesehatan setempat. Petugas juga telah menyiapkan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, serta koordinasi teknis bersama KBIH terkait pelaksanaan wukuf di Arafah, perjalanan ke Mina, hingga pelaksanaan tawaf ifadah dan tawaf wada.
Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota meminta agar jemaah yang sedang sakit terus dipantau secara intensif. Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan perkembangan kondisi jemaah kepada keluarga di Kota Tasikmalaya agar keluarga tidak cemas dan memperoleh informasi yang benar.
“Tolong ditemani, didampingi, dan dipantau. Yang paling utama, kabari keluarganya di Kota Tasikmalaya, karena keluarga pasti khawatir dan ingin mengetahui kondisi terakhir,” tegasnya.
Sementara itu, Kloter 20 melaporkan bahwa terdapat jemaah yang tidak dapat melanjutkan perjalanan serta beberapa jemaah yang sedang dalam penanganan medis. Petugas kloter menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak kesehatan dan rumah sakit terus dilakukan. Wali Kota meminta agar perkembangan kondisi jemaah diperbarui secara rutin, minimal pagi dan sore hari, serta dikomunikasikan kepada keluarga masing-masing.
Untuk Kloter 4, perwakilan kloter menyampaikan bahwa kondisi jemaah secara umum lengkap dan sehat menjelang pelaksanaan Armuzna. Sebelumnya terdapat jemaah yang sempat dirujuk ke rumah sakit karena gangguan kesehatan, namun telah kembali bergabung dengan rombongan setelah mendapat penanganan. Petugas Kloter 4 juga telah melakukan survei lokasi maktab dan menyiapkan informasi teknis bagi jemaah melalui penjelasan langsung maupun media informasi internal kloter.
Wali Kota memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan teknis lapangan. Ia meminta petugas haji memastikan seluruh jemaah memahami alur pergerakan dari hotel menuju Arafah, dari Arafah ke Muzdalifah, kemudian ke Mina, termasuk teknis pelaksanaan jumrah dan tawaf. Menurutnya, informasi teknis yang jelas akan membantu menurunkan kecemasan jemaah, terutama menjelang fase puncak haji yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
Petugas juga diminta menyampaikan hal-hal praktis kepada jemaah, seperti barang bawaan yang perlu dibawa, pengaturan logistik, manajemen istirahat, pengaturan antrean fasilitas umum, skenario perjalanan, titik kumpul, serta rute pergerakan menuju area jumrah.
“Sampaikan kepada jemaah dengan detail. Jangan sampai jemaah kebingungan. Pastikan mereka tahu harus ke mana, kapan bergerak, apa yang perlu dibawa, dan bagaimana kondisi lapangan di Armuzna,” ujar Wali Kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menekankan bahwa tugas petugas haji bukan hanya administratif, tetapi merupakan amanah besar dalam membantu jemaah menjalankan ibadah secara tertib, aman, dan sempurna. Petugas haji dinilai memiliki peran penting dalam memastikan jemaah Kota Tasikmalaya dapat melaksanakan rukun dan rangkaian ibadah haji dengan baik.
“Bapak dan Ibu petugas haji adalah bagian penting yang memastikan jemaah kita bisa menjalankan ibadah dengan baik, selamat, dan mudah-mudahan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” ungkapnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh jemaah dan petugas haji untuk saling mendoakan, terutama bagi jemaah yang sedang sakit. Ia meminta agar nama-nama jemaah yang sedang dalam perawatan dapat diinformasikan kepada masing-masing kloter untuk didoakan bersama setelah salat fardu maupun pada momen-momen doa lainnya.
Selain aspek kesehatan dan teknis, Wali Kota meminta agar kanal informasi publik turut diperkuat. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya diminta memfasilitasi penyampaian informasi perkembangan jemaah kepada masyarakat, termasuk berkoordinasi dengan media di Kota Tasikmalaya. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi keluarga jemaah yang berada di tanah air.
“Pastikan warga Kota Tasikmalaya, 1.358 jemaah dan keluarganya, mendapatkan informasi yang baik. Apabila ada kegiatan atau perkembangan yang perlu disampaikan, silakan koordinasikan melalui Kominfo,” jelas Wali Kota.
Pada akhir pertemuan, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, ketua kloter, petugas kesehatan, pembimbing ibadah, KBIH, serta seluruh pihak yang telah mendampingi jemaah haji Kota Tasikmalaya sejak keberangkatan hingga menjelang puncak ibadah haji.
Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, kekuatan, dan kekhusyukan dalam menjalankan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, bermalam di Mina, melaksanakan jumrah, tawaf ifadah, hingga tawaf wada.
“Mudah-mudahan seluruh jemaah haji Kota Tasikmalaya diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat, menjadi haji yang mabrur dan mabrurah, serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. SWG 10
