Swara Gapura
Ciamis – Upaya melestarikan nilai-nilai luhur budaya Galuh terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Salah satunya diwujudkan oleh guru sejarah SMAN 1 Panawangan sekaligus pendiri Prameswari Galuh, Mia Sumiari Dewi memperkenalkan Motif Batik Cakra Galuh sebagai media pelestarian sejarah, filosofi, dan identitas budaya Galuh.
Dalam pemaparannya, Mia menjelaskan lahirnya Motif Batik Cakra Galuh berawal dari pengalaman spiritual dan sejarah saat mengunjungi Situs Astana Gede Kawali. Di lokasi tersebut menemukan makna mendalam dari simbol Kembang Cakra atau Cakra Rahayu Kancana yang terpahat pada prasasti peninggalan Prabu Niskala Wastu Kancana
Menurutnya, simbol tersebut bukan sekadar ornamen, melainkan representasi filosofi kehidupan masyarakat Galuh yang mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
“Motif Batik Cakra Galuh lahir bukan semata-mata sebagai karya seni, tetapi sebagai sarana menyampaikan amanat luhur para leluhur kepada generasi masa kini,” ujar Mia. Sabtu (11/7)
Ia menjelaskan, setiap unsur dalam motif batik memiliki makna filosofis. Titik melambangkan awal kehidupan dan kesadaran spiritual, lingkaran bermakna perlindungan serta kesempurnaan, garis menggambarkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sesama, dan alam, sementara tunas serta bunga yang mekar menjadi simbol harapan, pertumbuhan, dan kemuliaan hidup.
“Melalui karya ini diharapkan masyarakat tidak hanya mengenakan batik sebagai busana, tetapi juga memahami nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya” ujarnya
Sebagai bentuk edukasi, setiap produk Batik Cakra Galuh juga dilengkapi narasi tertulis yang menjelaskan filosofi motif yang menjadi media pembelajaran dan nilai-nilai budaya kepada masyarakat luas. Menurut Mia selain diproduksi dengan teknik batik cap tradisional, Motif Batik Cakra Galuh juga dikembangkan melalui teknik printing dan sentuhan tinta prada emas agar dapat diterima oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda
“Tak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, pengembangan Batik Cakra Galuh juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat serta memperkuat identitas budaya Kabupaten Ciamis” terangnya
Mia berharap Batik Cakra Galuh dapat menjadi duta budaya yang membawa pesan pesan perdamaian, keharmonisan, dan nilai-nilai budaya dan kebaikan dari Tanah Galuh ke tingkat nasional bahkan sampai internasional.
“Melalui Batik Cakra Galuh, kami ingin mengajak masyarakat menjaga warisan budaya leluhur sekaligus menebarkan pesan perdamaian, harmoni, dan kebaikan kepada dunia,” pungkasnya. (SG.W.028/mon)
