Swara Gapura
Sukamantri, Ciamis– Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai acara perpisahan siswa-siswi kelas IX SMPN Satu atap satu Sukamantri yang digelar di GOR Desa Terggeraharja. Kegiatan tersebut semakin semarak dengan penyambutan melalui upacara adat lengser, sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Sunda.Rabu (24/6)
Acara perpisahan ini menjadi momentum penting bagi para siswa kelas IX yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama. Dengan balutan nuansa adat, para siswa bersama orang tua, guru, dan tamu undangan mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
Kepala SMPN Satu Atap 1 Sukamantri,Drs Maman Royandi,M.M Â menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut. Ia berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta terus membawa nama baik sekolah.
“Selamat kepada seluruh siswa kelas IX SMPN satu Atap 1 Sukamantri. Semoga kalian dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih cita-cita” ujarnya
“ Dan Jangan pernah melupakan almamater yang telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan kalian,” tambah Royandi.
Sementara itu, Camat Sukamantri , Dra. Hj. NONOK NURLINA mengapresiasi terselenggaranya kegiatan perpisahan tersebut. Menurutnya, acara yang dilaksanakan merupakan murni keinginan dan kebersamaan serta hasil musyawarah para orang tua siswa.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar menjadikan kelulusan ini sebagai awal untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas hidup generasi muda sekaligus menjadi modal penting bagi kemajuan daerah
“Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan kebersamaan dari para orang tua. Anak-anak harus memanfaatkan masa depan dengan sebaik-baiknya, jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar dan terus berjuang agar dapat meraih kesuksesan,” tutur H. Enok.
Melalui kegiatan perpisahan yang dikemas dengan upacara adat lengser tersebut, SMPN Satu Atap 1 Sukamantri tidak hanya melepas para siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya, tetapi juga turut menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda. . (SG.W.028/mon)
