Swara Gapura
Panumbangan –Dalam rangka meminimalisir risiko bencana alam berbasis penguatan masyarakat desa, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis resmi meluncurkan program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) yang dipusatkan di Aula Kantor Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, pada Senin (20/ 7).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ciamis yang diwakili asda 2 kabupaten Ciamis bidang perekonomian dan pembangunan, BAZNAS Kabupaten Ciamis, unsur Forkopimcam Panumbangan, BPBD Pemerintahan Desa Payungagung berserta peserta pelatihan.
Ketua Panitia Penyelenggara yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Ciamis, Dani Ramdan Kurniawan, S.Pd., menyampaikan untuk pengurangi risiko bencana, program KATANA akan ditidaklanjuti dengan sosialiasi pembentukan kelompok kerja (Pokja)
“ Program KATANA merupakan inisiasi langsung dari Baznas RI. Untuk wilayah Provinsi Jawa Barat Desa Payungagung menjadi titik ketujuh yang sudah berjalan” ujarnya
Dani menuturkan, dipilihnya Desa Payungagung secara historis, kawasan ini telah beberapa kali menjadi lokus kejadian bencana alam. Menurutnya melalui pembentukan Pokja KTB dan Tim Pengurangan Risiko Bencana,
“ Diharapkan masyarakat memiliki kapasitas mandiri untuk memitigasi serta meminimalisir potensi kerugian baik korban jiwa maupun aset berharga saat bencana melanda” kata Dani
“Bahkan, agenda esok hari telah dirancang untuk langsung menggelar simulasi penanganan taktis di lapangan” tambahnya
Sementara itu ditempat yang sama Camat Panumbangan, Irfan Hielmi, S.STP., M.Si., mengapresiasi kegiatan program KATANA . Menurutnya kesiapsiagaan menghadapi bencana saat ini sudah bergeser dari sekadar imbauan menjadi sebuah kebutuhan mutlak bagi masyarakat.
“ Kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan sebuah kebutuhan dan ikhtiar bersama untuk mengurangi risiko-risiko terjadinya bencana, baik kerugian material maupun korban jiwa “ ujan Irfan Helmi
“Dengan pembentukan KATANA diharapkan, desa payungagung lebih siap, tanggap dalam mengantisipasi serta memitigasi terjadinya bencana sehingga akan meminimalisir dampaknya,” tambahnya
Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Baznas Kabupaten Ciamis KH Lili Miftah, MBA menuturkan Kabupaten Ciamis memiliki 28 personil terlatih dan siap diterjunkan penanganan bencana . Stimulus dari Baznas RI di Desa Payung agung akan menjadi spirit untuk membentuk KATANA di desa rawan bencana
“Insya Allah, melihat stimulus awal dari pusat di Desa Payungagung ini, Baznas Kabupaten Ciamis merencanakan pada tahun mendatang untuk bisa membiayai langsung pembentukan satu atau dua Kampung Tanggap Bencana di tingkat desa secara mandiri. ” jelas K.H. Lili Miftah.
Lebih lanjut, ulama kharismatik ini menekankan selain KATANA, berbagai program Baznas sangat selaras dengan nilai nilai ibadah, gotong royong, dan kebersamaan. Menurut KH Lili ,Baznas Ciamis telah membangun sistem yang sinergis dengan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat, mulai dari penanggulangan kemiskinan ekstrem, stunting, hingga mitigasi bencana.
“Kita dengan pemerintah daerah itu tidak lagi sekadar membantu, tetapi sudah berbagi kapling tugas. Mana kapling Baznas, mana kapling Pemda.
Ia menambahkan Melalui penguatan ekonomi dan ekosistem infak yang masif di pedesaan seperti desa-desa yang penghimpunannya di atas atas 10 juta atau yang telah diresmikan menjadi Kampung Zakat
“ kita ingin mendorong lahirnya desa mandiri yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga tangguh dan responsif menghadapi ancaman bencana secara swadaya,” pungkas K.H. Lili Miftah (SG.W.028/mon)
