Kekeringan Meluas, Polres Ciamis Bersama BPBD Dan PDAM Distribusikan Air Bersih

Swara Gapura

Cisaga Ciamis-  Kekurangan bersih sebagai akibat kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat Desa Wangunjaya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama Polres Ciamis dan sejumlah lembaga untuk mendistribusikan air bersih.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PDAM, dan pemerintah daerah tengah memetakan wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Menurutnya, distribusi air sudah berlangsung hampir sebulan ke sejumlah titik yang membutuhkan.

“Setiap hari dari BPBD, PDAM, dan teman-teman kita mendroping air  bersih ke beberapa titik yang memang dibutuhkan masyarakat,” kata Eko.  Kamis (20/8)

Namun demikian  Eko mengaku, upaya tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan warga. Keterbatasan armada membuat distribusi air belum bisa menjangkau seluruh wilayah yang mengalami kekeringan. Karena diharapkan relawan ikut membantu proses distribusi.

“Penanganan kekeringan membutuhkan kerja bersama, terutama ketika kebutuhan air terus meningkat” ujarnya

“Untuk sementara, pemerintah menyiapkan tandon sebagai tempat penampungan. Petugas kemudian mengisi tandon tersebut melalui distribusi air dari BPBD, PDAM, maupun kepolisian” tambah Eko

Ia menambahkan, pihaknya kan terus berupaya  untuk mencari sumber air baru, selain untuk memenuhi kekurangan air bersih dampak dari kemarau panjang juga  dapat digunakan  oleh warga masyarakat dalam jangka panjang

“Kita coba mendorong penyelesaian yang sifatnya jangka panjang, seperti bagaimana di satu titik itu ada sumber air yang bisa digunakan masyarakat,” ujar Eko.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan, desa yang mengalami kekeringan tidak perlu melewati prosedur panjang untuk mendapatkan bantuan air. Menurutnya warga atau pemerintah desa cukup melaporkan kondisi kekeringan kepada BPBD.

“  Laporan, BPBD akan melakukan asesmen. Jika kondisi memang membutuhkan bantuan, petugas segera mengirimkan air “ ujarnya

Surat permohonan lanjut Ani,  tetap diperlukan untuk kebutuhan administrasi tapi bisa menyusul setelah laporan awal disampaikan  pasalnya penanganan bencana tidak semestinya terhambat oleh birokrasi  panjang.

“Untuk penanganan bencana itu tidak boleh menggunakan birokrasi yang panjang,” ujarnya.

Kepala Desa Wangunjaya Dede Nuraeni mengapresiasi bantuan air yang diberikan kepada warganya. Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya menyasar satu dusun, tetapi juga mengantisipasi wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan.

“ Untuk memudahkan pengambilah bersih diharapkan pemerintah bisa  menyediakan tandon untuk setiap dusun yang lokasinya mudah dijangkau masyarakat” tuturnya

Ia menuturkan selama ini, warga Wangunjaya mengandalkan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sumber air tersebut ikut mengering ketika musim kemarau berlangsung termasuk sumber air dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)

“ Sumber air dari BBWS juga kering bila musim kemarau, karena itu, penyediaan tendon solusi agar mudah dapatkan air besih  meski hanya untuk sementara” pungkas Dede. (SG.W 028/mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!