Program GENTING Sasar Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Indramayu

Swara Gapura

Indramayu – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/ Kepala BKKBN Wihaji bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero TBK  Kamis sore(17/9) mengunjungi kediaman keluarga Muhammad Nabil di Desa Karangampel, Indramayu. Keluarga Nabil termasuk kedalam Keluarga Beresiko Stunting (KRS) karena mempunyai anak berumur dibawah dua tahun (baduta) dan kondisi rumahnya memperihatinkan

Selain melihat kondisi keluarga dan tempat tinggalnya, Mendukbangga/BKKBN bersama PT BRI juga untuk memberikan bantuan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)

Menurut Wihaji, selain termasuk keluarga yang beresiko stunting (KRS), tempat tinggalnya / rumahnya juga tidak hanya ditempati oleh keluarga Nabil tapi ada keluarga lain serta kondisi jambanya yang tidak layak seperti kebutuhan akan air antara MCK kemudian dapur menyatu

“ Jamban yang tidak layak akan menyebabkan stunting karena memicu pencemaran lingkungan yang berujung pada infeksi saluran pencernaan atau diare pada anak’ ujarnya

“ Meskipun anak makan cukup, namun bila gizi tidak terserap dengan baik oleh tubuh akan berakibat pertumbuhan fisik dan otak anak terganggu dalam waktu jangka panjang (stunting)’ tambah Wihaji

Selain mendatangi keluarga Nabil, Mendukbangga juga mendatangi KRS lainnya diantaranya keluarga Agys Hermawan yang istrinya Nur Alfi sedang hamil. Keluarga Agys  juga tinggal bersama kedua orang tuanya dengan kondisi rumah yang memperihatinkan

“ Bantuan program GENTING bukan bentuk uang tapi bantuan langsung jadi rumah ” ujar Menteri Wihaji

Dalam pelaksanaan GENTING, Kemendukbangga/BKKBN tidak menerima atau mengelola uang tunai dari donatur, melainkan mitra atau Orang Tua Asuh (OTA) yang telah memiliki rekanan atau menunjuk pihak ketiga diperbolehkan mengelola dan memberikan bantuannya secara langsung kepada KRS sasaran. Bantuan ini diutamakan dalam bentuk paket nutrisi fisik maupun bantuan non-nutrisi (sanitasi/air bersih dan jamban sehat).

Berdasarkan data SIGA (Sistem Informasi Keluarga) jumlah KRS tercatat di Kabupaten Indramayu sejumlah 27.051 (hasil Verval KRS Tahun 2025). Menteri Wihaji juga mengapresiasi Kabupaten Indramayu karena angka prevalensi stunting sebesar 9,8 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia pada tahun 2024, lebih rendah dari angka prevalensi stunting nasional sebesar 19,8 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!