Swara Gapura
Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kembali digelar untuk siswa kelas V sekolah dasar sebagai bagian dari program evaluasi mutu pendidikan di Indonesia. Melalui ANBK, pemerintah mengukur kemampuan literasi, numerasi, karakter, serta lingkungan belajar siswa.
Kepala SDN 1 Sindangmukti, Dian Budianto, S.Pd., menjelaskan bahwa ANBK sejatinya bukan hanya menilai kemampuan siswa secara individu, melainkan juga menjadi cermin kompetensi guru dan efektivitas pengelolaan kelas.
“Yang diukur bukan semata kecerdasan anak, tetapi juga sejauh mana cara mengajar guru dipahami siswa. Jadi, ANBK adalah evaluasi menyeluruh,” ungkapnya, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, literasi dan numerasi yang diujikan di kelas V menjadi indikator sejauh mana pola pembelajaran di sekolah berjalan. Meski saat ini hanya siswa kelas V yang mengikuti, ke depan diharapkan evaluasi bisa dilakukan lebih acak mulai dari kelas IV hingga VI agar gambaran mutu pendidikan lebih menyeluruh.
Sejak dihapusnya Ujian Nasional, ANBK hadir sebagai pengganti dengan menghasilkan rapor pendidikan sebagai tolok ukur mutu sekolah. Hasilnya diharapkan menjadi acuan bagi guru untuk terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.
“Harapannya, ANBK bisa memicu guru lebih inovatif dalam metode belajar. Anak bukan hanya memahami teori, tapi juga mampu mengaplikasikan dan merefleksikan pelajaran, misalnya bagaimana matematika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Dian. (SG.W-025/awong)
