Swara Gapura
Suasana Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya pada Rabu (17/9/2025) terasa khidmat namun penuh semangat.
Ratusan aparatur sipil negara, pejabat daerah, hingga tamu undangan dari berbagai lembaga berkumpul dalam satu momentum penting: peluncuran Manajemen Talenta ASN yang terintegrasi dalam aplikasi MATA RESIK.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada para tamu kehormatan.
“Selamat datang dan terima kasih kami sampaikan kepada Kepala BKN Republik Indonesia yang pada kesempatan ini diwakili oleh Direktur Pengembangan Talenta dan Karier BKN, Bapak Dr. Samsul Hidayat, S.S., M.PSDM, Kepala Kantor Regional III BKN, Kepala BKD Provinsi Jawa Barat atau yang mewakili, serta para Kepala Daerah se-Priangan Timur atau yang mewakili. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menjadi kehormatan dan dukungan penting bagi Kota Tasikmalaya,” ucap Viman.
Ia menegaskan, peluncuran manajemen talenta ini adalah langkah nyata akselerasi transformasi birokrasi di Kota Tasikmalaya. “ASN kita harus siap menghadapi era digital dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” lanjutnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Menjawab Tantangan Zaman
Dalam sambutannya, Viman mengingatkan bahwa era industri 4.0 dan disrupsi teknologi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, bekerja, bahkan mengakses layanan publik. “Masyarakat kini menuntut pelayanan yang cepat, transparan, dan berdampak langsung. ASN kita harus mampu menjawab tantangan itu,” katanya.
MATA RESIK hadir sebagai jawaban. Aplikasi ini bukan hanya wadah digital, tetapi juga simbol perubahan tata kelola SDM ASN berbasis merit. Setiap aparatur akan dinilai berdasarkan kinerja, potensi, dan integritas, sehingga kesempatan berkembang menjadi lebih adil dan terukur.
Capaian dan Komitmen
Kota Tasikmalaya menjadi salah satu daerah yang mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menerapkan manajemen talenta, sebagaimana tertuang dalam SK Kepala BKN Nomor 438 Tahun 2025. Namun, Viman menegaskan bahwa pekerjaan belum selesai. “Assessment harus mencakup seluruh ASN, bukan hanya pejabat eselon II. Kita ingin sistem ini berjalan menyeluruh,” ujarnya.
Baginya, kunci keberhasilan terletak pada kolaborasi. “Manajemen talenta tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak, terutama pimpinan perangkat daerah. Kita harus bersama-sama membangun budaya kerja yang menghargai prestasi, mendorong pengembangan diri, dan melahirkan pemimpin masa depan,” tegasnya.
ASN sebagai Ujung Tombak Pelayanan
Visi pembangunan Kota Tasikmalaya terangkum dalam semboyan “Tasik Melayani”. Di dalamnya, aparatur sipil negara ditempatkan sebagai ujung tombak pelayanan publik. MATA RESIK diharapkan mempercepat lahirnya ASN unggul yang mampu membawa Kota Tasikmalaya menjadi lebih religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan.
Peluncuran ini juga menjadi momentum penting bagi ASN muda. Dengan sistem yang transparan, peluang berkembang tidak lagi terbatas pada lingkup jabatan semata, tetapi terbuka lebar bagi siapa pun yang menunjukkan kompetensi dan dedikasi.
Harapan ke Depan
Rapat koordinasi kepegawaian tingkat kota sekaligus launching aplikasi MATA RESIK ditutup dengan doa bersama. Para tamu undangan dari BKN, BKD Jawa Barat, hingga kepala daerah se-Priangan Timur menyampaikan apresiasi.
Viman pun menutup sambutannya dengan harapan sederhana namun kuat: “Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi transformasi birokrasi, tidak hanya di Tasikmalaya, tetapi juga di daerah lain.” (SG.W-007)
