Banyaknya Pungutan Tiket di Tempat Wisata Jawa Barat Dikeluhkan Pengunjung, Perlu Kajian Ulang untuk Dongkrak Pariwisata

Swara Gapura

Sejumlah destinasi wisata di Jawa Barat mendapat sorotan dari masyarakat akibat banyaknya pungutan tiket yang dinilai memberatkan pengunjung. Sistem tiket yang tidak terpusat (non–one gate system) membuat wisatawan harus membayar tiket berkali-kali dalam satu kawasan wisata yang sama.

Keluhan ini salah satunya terlihat pada objek wisata Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya. Pengunjung mengaku harus membayar tiket masuk utama yang sekaligus sudah termasuk biaya parkir. Namun, setibanya di area parkir, kendaraan masih kembali dikenakan tarif parkir tambahan. Tidak berhenti sampai di situ, ketika pengunjung ingin memasuki spot-spot lain di kawasan yang sama, mereka kembali diminta membeli tiket tambahan.

Selain itu, saat memasuki kawasan yang dikelola Perhutani, wisatawan dikenakan tiket lagi. Situasi ini menimbulkan kesan bahwa pungutan tidak terkoordinasi dengan baik.

Menurut sejumlah wisatawan, kondisi tersebut menurunkan minat untuk datang kembali ke Gunung Galunggung maupun destinasi wisata lain di Jawa Barat yang menerapkan mekanisme serupa.

“Harusnya cukup satu kali bayar. Ini baru masuk sudah bayar, parkir bayar lagi, mau naik ke lokasi tertentu bayar lagi. Jadinya buru-buru pulang, malas berkeliling,” ujar salah satu pengunjung.

Pelaku wisata setempat juga menyampaikan bahwa sistem tiket berlapis dapat berdampak negatif terhadap jumlah kunjungan. Banyak wisatawan akhirnya memilih destinasi lain yang lebih terjangkau dan memiliki sistem pembayaran yang lebih sederhana.

Praktisi pariwisata menilai bahwa Pemerintah Daerah Jawa Barat bersama pengelola wisata, baik swasta maupun Perhutani, perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tiket yang diterapkan. Mereka menyarankan penerapan one gate payment agar wisatawan cukup membayar sekali untuk menikmati seluruh fasilitas di dalam kawasan.

Selain meningkatkan kenyamanan, penyederhanaan sistem tiket diyakini mampu mengangkat kembali sektor pariwisata Jawa Barat yang tengah berupaya bangkit pascapandemi.

Jika kebijakan ini dikaji ulang dan diperbaiki, banyak pihak berharap geliat pariwisata Jawa Barat akan kembali meningkat dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar destinasi wisata. (SG.W-007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!