Swara Gapura
Ekonomi Amerika Serikat tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 4,3% pada kuartal ketiga 2025, menjadikannya ekspansi tercepat dalam dua tahun terakhir, melampaui prediksi analis. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pengeluaran konsumen yang tetap kuat meskipun inflasi masih berlangsung.
Produk domestik bruto (PDB) AS — yakni jumlah total barang dan jasa yang dihasilkan — meningkat dari 3,8% pada kuartal sebelumnya. Pengeluaran konsumen, yang menyumbang sekitar 70% dari keseluruhan aktivitas ekonomi, naik menjadi 3,5% pada periode tersebut, lebih tinggi dibandingkan 2,5% pada kuartal kedua.
Namun, sejumlah ekonom khawatir bahwa lonjakan pertumbuhan ini mungkin bersifat sementara. Faktor-faktor seperti penutupan parsial pemerintah yang berkepanjangan dan melemahnya kepercayaan konsumen karena inflasi yang tinggi dapat menahan pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat.
Survei juga menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen turun mendekati level yang belum terlihat sejak AS menerapkan tarif luas terhadap mitra dagangnya beberapa bulan sebelumnya.
Beberapa ahli menggambarkan ekonomi AS dengan istilah ”pemulihan berbentuk K”, yakni situasi di mana pendapatan rumah tangga berpenghasilan lebih tinggi meningkat akibat keuntungan pasar saham dan investasi, sementara rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah tetap kesulitan akibat upah stagnan dan harga yang tinggi.
Selain pengeluaran konsumen, investasi terkait kecerdasan buatan (AI) juga menjadi pendorong pertumbuhan, dengan pengeluaran untuk properti intelektual naik 5,4% pada kuartal ini. Pengeluaran pemerintah untuk konsumsi dan investasi juga kembali tumbuh setelah mengalami kontraksi sebelumnya.
Di sisi lain, investasi swasta turun sedikit, terutama pada sektor perumahan dan bangunan non-residensial seperti kantor dan gudang, meskipun penurunannya jauh lebih kecil dibandingkan kuartal sebelumnya.
Ekspor juga meningkat signifikan, sedangkan impor turun sehingga memberikan kontribusi positif terhadap PDB. Meski demikian, data lapangan kerja menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang lemah, dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,6%, tertinggi sejak 2021. (SG.W-007)
