Kamboja Tuduh Militer Thailand Meningkatkan Serangan di Tengah Upaya Damai Perbatasan

Swara Gapura

Pemerintah Kamboja pada Jumat (26/12/2025) menuduh militer Thailand memperluas serangan di daerah perbatasan yang disengketakan, meskipun delegasi kedua negara tengah mengadakan perundingan bertahap untuk mengakhiri bentrokan yang telah menewaskan puluhan orang dan menggusur ribuan warga sipil.

Dalam keterangan resmi, Kementerian Pertahanan Kamboja menyatakan bahwa serangan itu terjadi pada Jumat pagi di provinsi Banteay Meanchey, di mana jet tempur F-16 milik Thailand dilaporkan menjatuhkan hingga 40 bom di wilayah desa Chok Chey pada rentang pukul 06.08 hingga 07.15 waktu setempat. Tuduhan itu memperlihatkan eskalasi militer di titik yang seharusnya menjadi lokasi pembicaraan damai

Sementara itu, media Thailand melaporkan bahwa pasukan Kamboja juga melancarkan serangan artileri berat sepanjang malam sebelumnya di sepanjang perbatasan Sa Kaeo, menyebabkan beberapa rumah penduduk rusak akibat hantaman tembakan. Kedua negara saling menyalahkan atas pecahnya bentrokan terbaru yang kini telah meluas hampir di seluruh provinsi perbatasan.

Pembicaraan damai antara perwakilan militer kedua negara berlangsung di pos pemeriksaan perbatasan yang telah ditetapkan sebagai lokasi negosiasi. Para pejabat direncanakan akan melanjutkan diskusi hingga akhir pekan, termasuk pertemuan yang melibatkan menteri pertahanan masing-masing pada Sabtu mendatang.

Konflik kedua tetangga Asia Tenggara ini bermula dari sengketa wilayah yang berkaitan dengan penetapan batas perbatasan kolonial sepanjang lebih dari 800 kilometer dan peninggalan reruntuhan candi kuno yang berada di daerah perbatasan. Upaya gencatan senjata sebelumnya yang dimediasi oleh beberapa negara sahabat tidak mampu menghentikan kekerasan dalam jangka panjang, memaksa puluhan ribu warga sipil mengungsi ke kamp-kamp pengungsian di sekitar kawasan perbatasan.

Dalam perkembangan terkait diplomasi, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyampaikan melalui media sosial bahwa ia telah berdiskusi melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, membahas berbagai langkah yang dapat diambil guna mengamankan penghentian permusuhan di sepanjang perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!