Swara Gapura
Destinasi wisata alam Puncak Pinus yang berada di wilayah Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, kini mengalami penurunan drastis jumlah pengunjung. Kondisi ini dirasakan langsung oleh pengelola wisata
sejak beberapa tahun terakhir.
Wandi, selaku pengelola wisata Puncak Pinus, saat ditemui di lokasi camping area Darmacaang pada Kamis (29/1/2026), mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung saat ini jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu setiap akhir pekan bisa mencapai 300 hingga 500 orang pengunjung, sekarang di hari libur paling banyak hanya sekitar 20 sampai 50 orang,” ujar Wandi.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama sepinya wisatawan adalah akses jalan menuju lokasi wisata yang rusak, khususnya untuk kendaraan roda empat. Jika sebelumnya mobil bisa langsung masuk ke area camping, kini kondisi jalan yang sulit dilalui membuat pengunjung enggan datang.
“Jalan ini jadi kendala utama. Kami sebagai pengelola di lahan Perhutani hanya mampu menambal sedikit karena keterbatasan anggaran, tapi kerusakannya tetap parah,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Darmacaang, Koko, turut memberikan penjelasan terkait terbengkalainya kawasan wisata tersebut. Ia menyebut, salah satu penyebab utama adalah tidak diperpanjangnya nota kesepahaman (MoU) pengelolaan wisata dengan Perhutani selama satu tahun terakhir.
“MoU sebelumnya sangat tidak menguntungkan desa. Sistem bagi hasil 50:50 dengan lembaga KTH tidak menutup biaya operasional, sehingga pembangunan desa tidak berjalan,” jelas Koko.
Menurutnya, para tokoh masyarakat menginginkan adanya perubahan dalam isi MoU serta SOP dan AD/ART pengelolaan wisata, agar ke depan desa bisa memperoleh Pendapatan Asli Desa (PAD) dari sektor pariwisata.
Terkait kerusakan jalan, Koko menambahkan bahwa perbaikan akses sudah masuk dalam RKPDes tahun 2026, namun
rencana tersebut batal karena adanya perubahan kebijakan prioritas untuk program KDMP.
“Bagaimana kita bisa membangun kalau PAD desa tidak ada? Padahal wisata ini punya potensi besar,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Desa Darmacaang berharap pengelolaan wisata Puncak Pinus dapat kembali berjalan melalui kerja sama baru dengan Perhutani yang melibatkan BUMDes, sehingga selain menghidupkan kembali destinasi wisata, desa juga bisa memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Jika memang ingin memajukan wisata Puncak Pinus, kami berharap Perhutani bisa bekerja sama dengan BUMDes, agar PAD desa juga bisa tumbuh,” pungkas Koko (SG.W-025/awong)
