Swara Gapura
Viral media sosial dan perbincangan warga Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, mendadak ramai setelah beredarnya video CCTV yang memperlihatkan Kepala Desa Margaluyu, Herlan, bersama seorang perempuan di sebuah SPBU wilayah Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Senin malam (26/1/2026). Perempuan dalam video tersebut diketahui berprofesi sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cisaray, Desa Margaluyu.
Rekaman yang menunjukkan keduanya berada berduaan duduk dikursi toilet SPBU itu kemudian memicu berbagai
dan penafsiran negatif dari masyarakat, termasuk dugaan adanya hubungan tidak wajar antara pejabat desa dan tenaga pendidik tersebut.
Isu tersebut semakin meluas setelah potongan video CCTV SPBU beredar di media sosial, khususnya TikTok, dan menuai beragam komentar warganet. Banyak pihak menilai keberadaan laki-laki dan perempuan bukan muhrim dalam satu lokasi pada malam hari sebagai sesuatu yang patut dipertanyakan, terlebih keduanya merupakan figur publik di lingkungan desa.
Menanggapi viralnya isu tersebut, Kepala Desa Margaluyu, Herlan, akhirnya memberikan klarifikasi kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (9/2/2026).
Herlan menegaskan bahwa pertemuannya dengan perempuan berinisial R tersebut bukanlah sebuah janji atau hubungan khusus, melainkan murni kebetulan.
“Saya tegaskan, itu hanya kebetulan. Saya bertemu saudari R di Stasiun Tasikmalaya. Beliau saat itu pulang dari Bandung,” ujar Herlan.
Ia menjelaskan, awalnya dirinya mengetahui keberadaan R di Bandung melalui media sosial TikTok yang muncul di berandanya. Setelah itu, ia sempat menanyakan langsung kepada R terkait aktivitasnya.
“Saya berangkat ke Tasikmalaya naik motor untuk belanja makanan. Biasanya kalau pulang memang lewat stasiun. Di situlah saya bertemu beliau, lalu saya ajak karena kebetulan searah,” paparnya.
Herlan mengaku saat itu R hendak mengantarkan bantuan atau titipan untuk temannya di wilayah Ciberem. Ia pun menawarkan diri untuk mengantar.
“Karena perlu mengisi bensin, saya berhenti di SPBU Cibeureum. Kami duduk sebentar di dekat toilet. Di situ ada irman warga saya yang keluar dari mushola dan menyapa,” ungkapnya.
Menurut Herlan, setelah ngisi bensin di SPBU tersebut, saya berencana mengntarkan R. “Namun R menolak untuk
diantar pulang ke rumahnya,dan R juga saya antarkan kembali ke stasiun.“Tidak ada niat atau maksud lain. Semua itu murni kebetulan dan disalahartikan setelah videonya viral,” tegasnya.
Meski klarifikasi telah disampaikan, isu ini tetap menyisakan perbincangan hangat di tengah masyarakat. Sejumlah warga menilai klarifikasi tersebut perlu disikapi secara objektif, sementara sebagian lainnya meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan penghakiman sebelum ada fakta yang jelas.
Ditempat yang bebeda Risna sebagai pengajar kelas tiga memberikan bantahan,adanya vidio yang menyebutkan bersandar,ia juga mengatakan kalo bersandarkan harus lama,inimah hanya pegel aj terang risna,terkait awal bertemu pa kades dengan saya,saat saya pulang dari bandung di statsiun tasikmalaya,dan kebtulan pakedes lewat,dan pakades menyapa eh ada warga saya disini,Hayu saya antar pulang sekalian ajaknya.Saya menolak ajakan itu karena dua tahun yang lalu juga sempat heboh.
Masih ucap Risna karena saya mau antar pesenan barang temen saya keciberem,akhirnya saya diantar oleh pakades,dan waktu itu beli dulu bensin k SPBU dan kebetulan saya juga mau buang air kecil ketoilet,Nah disitulah saat duduk kita ketemu dengan irman warga margaluyu pungkasnya . (SG.W-025/ Awong)
