Terobos Banjir di Tengah Malam, Bupati Herdiat Tinjau Langsung Pengungsi di Pamarican

Swara Gapura

Kehadiran Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, di tengah kepungan banjir menjadi suntikan semangat bagi ratusan warga yang terpaksa mengungsi akibat luapan Sungai Citalahab. Pada Senin malam (9/2/2026), orang nomor satu di Kabupaten Ciamis itu turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, guna memastikan kondisi pengungsi sekaligus mempercepat penanganan darurat.

Di tengah genangan air dan suasana malam yang masih diliputi kekhawatiran, Bupati Herdiat menyapa warga di lokasi pengungsian serta meninjau kebutuhan mendesak masyarakat. Kehadirannya menunjukkan respons cepat Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menangani bencana yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Desa Bangunsari, Subhan Adi Suroso, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas langkah cepat Bupati Ciamis. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan membawa solusi nyata bagi warga terdampak.

“Alhamdulillah, Bapak Bupati hadir langsung di tengah warga. Bantuan dan langkah penanganan sudah mulai terlihat. Ini membuat masyarakat merasa tidak sendiri dan benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di saat sulit,” ujar Subhan.

Ia menambahkan, pascabanjir pihak desa bersama unsur terkait telah menyusun agenda pemulihan yang akan difokuskan pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan utama meliputi pembersihan rumah warga yang terdampak lumpur serta sterilisasi sumur-sumur warga yang tercemar banjir.

“Material lumpur yang terbawa banjir cukup tebal. Selain bersih-bersih rumah, kami juga akan memprioritaskan pembersihan dan sterilisasi sumur agar kebutuhan air bersih warga bisa segera terpenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, penanganan tanggul Sungai Citalahab yang jebol juga menjadi prioritas utama. Subhan memastikan bahwa material darurat dan alat berat telah tiba di lokasi. Pemerintah telah mengirimkan kantong-kantong besar untuk diisi pasir dan batu sebagai penahan sementara, serta menyiagakan satu unit alat berat jenis ekskavator guna mempercepat proses penutupan tanggul.

“Penanganan tanggul ini sangat krusial. Kami khawatir jika hujan susulan turun dari hulu, air kembali meluap. Karena itu, penutupan tanggul dengan kantong pasir dan batu menjadi benteng utama agar air tidak kembali masuk ke pemukiman,” tambahnya.

Di tengah proses penanganan yang masih berlangsung, Subhan juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Ciamis atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

“Kehadiran Bapak Bupati sangat berarti bagi warga kami, terutama dari sisi psikologis. Kami berharap bencana ini tidak terulang, namun untuk sementara masyarakat diminta tetap siaga,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD, Tagana, dan Dinas Sosial masih bersiaga di posko pengungsian untuk memastikan kebutuhan logistik, kesehatan, dan keselamatan warga tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca yang masih mendung. (SG.W-028/mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!