Rakorda Bangga Kencana, Penurunan Angka Stunting Perlu Dukungan Berbagai Mitra Kerja Stategis

Swara Gapura

Berdasarkan hasil SSGI pada tahun 2024 prevalensi stunting di Jawa Barat ( Jabar) menunjukan angka  15,9 persen. Adapun angka prevalensi stunting tertinggi yaitu di Kabupaten Bandung Barat (KKB) yaitu 30,8 persen sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Cianjur sebesar 7,2 persen

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/ BKBBN Jabar  Dadi Ahmad Roswandi saat menghadir rapat koordinasi daerah (rakorda)program bangga kencana tahun 2026 di kantor perwakilan Kemendukbangga/ BKBBN Jabar . Kamis (26/2)

Untuk itu Lanjut Dadi, Perwakilan BKKBN Perwakilan Jawa Barat terus berupaya menurunkan prevalensi stunting melalui berbagai program strategis seperti Tamasya, Genting, GATI dan SIDAYA di seluruh wilayah Jabar dengan cara pendekatan pembangunan yang terintegrasi holistic dan berkelanjutan

“ Selain program strategis penurunan angka stunting diperlukan dukungan dari berbagai mitra kerja stategis agar pembangunan keluarga bisa berjalan  baik sehingga kuantitas dan kualitas keluarga di Jabar dapat terjaga atau on the track” ujarnya

“ BKKBN Jabar juga berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui dukungan pendistribusian MBG kepada ibu hami dan menyusui serta balita non paud sebagai bagian dari strategi intervensi berbasis keluarga” tambah Dadi

Ia berharap penyelenggaraan Rakorda Bangga Kencana dapat menyelaraskan kebijakan dan program antara pusat dan daerah, mempekuat komitmen pemangku kepentingan  dan mengevaluasi capaian dan tantangan program bangga kencana dan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN

“ Kegiatan ini harus dijadikan momentum penguatan sinergi daerah untuk mempercepat transformasi pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana sebagai fondasi terwujudnya generasi sehat berkualitas menuju Jabar Istimewa” ujar Dadi

Sementara itu ditempat yang sama Wakil Gubernur Jawa barat Erwan Setiawan  menyatakan tahun lalu Jawa Barat mencatat penuruan prevalensi stunting tertinggi secara nasional yakni sebesar 5,8 persen, menurutnya target pernurunan prevalensi stunting harus terus ditingkatkan bahkan sampai menuju zero new stunting atau tidak ada kasus stunting baru

“ Capaian ini patut disyukuri tetapi tentunya tidak boleh berpuas diri, target kita jelas penurunan stunting secara signifikan hingga di bawah 10 persen dan tidak ada lagi stunting baru di Jawa Barat” pungkasnya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!