Swara Gapura
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda religius yang diselenggarakan sepanjang bulan suci Ramadan di wilayah Ciamis.
Dalam sambutannya, Andang menegaskan bahwa kegiatan pesantren Ramadan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran keagamaan, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi para jurnalis yang sehari-hari bergelut dengan arus informasi dan dinamika sosial.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan bekal spiritual sekaligus intelektual bagi para insan pers yang hadir. “Kegiatan ini tidak jauh berbeda dengan proses recharging keilmuan dan sisi rohani para jurnalis,” ujar Andang di hadapan peserta yang mayoritas merupakan wartawan dari berbagai media di Ciamis.
Jurnalis sebagai Ujung Tombak Informasi Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Andang juga menyoroti peran penting jurnalis dalam ekosistem informasi daerah.
Menurutnya, wartawan merupakan ujung tombak penyebaran informasi yang menjembatani berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tingkat akar rumput hingga pengambil kebijakan.
Ia menilai peran jurnalistik di Ciamis sangat strategis karena mampu memengaruhi arah kebijakan dan dinamika pembangunan daerah. “Para insan jurnalis merupakan ujung tombak informasi di Kabupaten Ciamis, baik ke masyarakat bawah maupun ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Andang.
Bahkan, lanjutnya, berbagai dinamika kebijakan yang terjadi di daerah tidak lepas dari peran aktif insan pers yang terus menyuarakan berbagai persoalan publik.
Meski demikian, Andang mengingatkan bahwa setiap informasi yang disampaikan oleh media harus tetap mengedepankan nilai kebaikan. Ia menyadari bahwa kritik dan pemberitaan yang keras terkadang menjadi bagian dari proses jurnalistik.
“Sepahit-pahit kalimat, informasi maupun berita, saya yakin akan selalu ada kebaikan di baliknya,” ucapnya.
Ramadan sebagai Momentum Penyucian Diri
Selain menyinggung peran jurnalis, Andang juga mengulas makna Ramadan dari dua perspektif, yakni kesehatan dan spiritualitas. Menurutnya, ibadah puasa memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh sekaligus menjadi sarana penyucian diri.
Ia menjelaskan bahwa dari sisi medis, puasa membantu proses regenerasi sel dalam tubuh. “Dari sisi medis, karena ada regenerasi sel-sel yang telah tua atau mati,” ujarnya.
Sementara dari sisi spiritual, Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan. Puasa, kata Andang, mengajak manusia kembali pada fitrah kesucian.
“Ramadan juga menjadi momentum untuk mensucikan diri dari segala dosa dan kesalahan, sehingga kita bisa kembali ke fitrah,” katanya.
Pesan Moral bagi Insan Pers
Di akhir sambutannya, Andang menegaskan bahwa profesi jurnalis memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi dari satu titik ke titik lainnya. Karena itu, ia berharap setiap karya jurnalistik yang dihasilkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Insan jurnalis merupakan bridging informasi dari satu titik ke titik lainnya,” ujar Andang.
Ia pun berharap ilmu yang diperoleh para wartawan selama mengikuti Pesantren Ramadan di Ponpes Darussalam dapat menjadi bekal moral dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Semoga ilmu yang terdapat di pesantren Ramadan ini menjadi manfaat dalam melaksanakan tugas, baik bagi masyarakat maupun untuk Tatar Galuh,” kata Andang.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap lahir jurnalis-jurnalis yang tidak hanya tajam dalam menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki kedalaman nilai moral dan spiritual dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan. (SG.W-028/mon)
