Swara Gapura
Bandung – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti membuka webinar bertajuk “ Ngobrol Sehat Reproduksi” dengan tema Keluarga Berkualitas Jawa Barat Istimewa : Kenali, Pahami dan Jaga Masa Depan Keluarga. Rabu (20/5)
Kegiaatan dilaksanakan secara daring tersebut diikuti 900 oleh peserta dari kader lini lapangan, kader pemberdayaan dan kesejateraan keluarga (PKK) dan kader posyandu
Siska mengatakan bahwa kekuatan keluarga merupakan pondasi yang utama pembangunan masyarakat Jawa Barat dan kesehatan reproduksi sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga
“ Kalau keluarga keluarga di Jawand Barat kuat maka Jawa Barat akan istimewa” tegasnya
Berdasarkan data BPS jumlah penduduk Jawa Barat hampir menyentuh 51 jiwa. Hal itu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk termasuk aspek kesehatan reproduksi. Menurut Siska ada empat permasalah utama terkait reproduksi yaitu kehamilan tidak diinginkan, praktik perkawinan anak, prilaku berisiko di kalangan remaja dan literasi masyarajat tentang kesehatan reproduksi rendah
“ Program KB ini tidak hanya berfokus pada pengendalian penduduk tapi pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan reproduksi, pencegahan perilaku berisiko serta penguatan peran keluarga dalam menjaga generasi masa depan” terangnya
Pada saat yang sama Siska juga meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat yakni anggapan bahwa edukasi tentang kesehatan reproduksi identik pendidikan seks. Ia menekankan pemahaman tentang organ reproduksi, baik pada laki laki maupun perempuan merupakan kebutuhan dasar keluarga demi menjaga kualitas tumbuh kembang generasi penerus
“ Mari kuatkan sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan keluarga Jawa Barat yang berkualitas “ ajak Siska
“ Merujuk konsep Panca Waluya sebagai visi pembangunan SDM daerah” Dengan keluarga yang kuat sehat maka SDM Jawa Barat akan Panca Waluya : cageur, bageur, bener, pinter, tur singer” tambahnya
Sementara itu Dalam laporanya Kabid Peningkatan Kualitas Keluarga (PKK) DP3AKB Jabar Iin Indasari menjelaskan webinar menghadirkan narasumber dokter spesialis obgyn Yassin Yanuar Muhammad dan Ketua Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI) Julie Rostina, serta dipandu Ketua IPKB sekaligus founder Family Journalism Najip Hendra SP.
” Kader lini lapangan seperti Teladan KB dan Motekar maupun kader PKK dan kader Posyandu berperan langsung dalam pendampingan kesehatan keluarga di tingkat akar rumput. Perannya sangat penting dalam menyosialiasikan maupun edukasi kepada Masyarakat,” pungkasnya
