Wali Kota Tasikmalaya dan Menteri Koperasi RI Matangkan Persiapan Hari Koperasi Nasional ke-79, Revitalisasi Kawasan Bersejarah Kongres Koperasi Pertama Jadi Agenda Strategis

SWARA GAPURA

Wali Kota Tasikmalaya melaksanakan pertemuan bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono untuk membahas persiapan rangkaian Hari Koperasi Nasional ke-79 yang akan dipusatkan di Kota Tasikmalaya.

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Tasikmalaya guna menyukseskan peringatan Hari Koperasi Nasional sekaligus mengangkat kembali nilai historis Kota Tasikmalaya sebagai tempat diselenggarakannya Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada tahun 1947.

Turut hadir mendampingi Wali Kota Tasikmalaya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Tasikmalaya, serta perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya. Sementara dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia hadir Sekretaris Menteri Koperasi, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat, Deputi Bidang Talenta dan Daya Saing Koperasi, Ketua Pelaksana Hari Koperasi Nasional ke-79, serta Staf Ahli Menteri Koperasi.

Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi kawasan bersejarah Kongres Koperasi Pertama beserta Monumen Koperasi yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian Hari Koperasi Nasional ke-79.

Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa momentum Hari Koperasi Nasional tahun ini memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga menjadi tonggak kebangkitan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kota Tasikmalaya memiliki jejak sejarah yang sangat penting dalam perjalanan koperasi Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Koperasi, kami ingin memastikan bahwa warisan sejarah tersebut tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan kembali sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujar Wali Kota.

Revitalisasi kawasan bersejarah tersebut tidak hanya berorientasi pada pembenahan fisik bangunan, tetapi juga diarahkan menjadi ruang publik yang produktif, edukatif, dan inklusif. Kawasan ini dirancang sebagai pusat aktivitas koperasi, edukasi sejarah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta ruang kolaborasi bagi generasi muda.

Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa revitalisasi kawasan bersejarah tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Kawasan tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang memadukan nilai sejarah dengan inovasi, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku koperasi, UMKM, komunitas, serta generasi milenial dan Gen Z.

Selain membahas revitalisasi kawasan bersejarah, pertemuan juga membahas penguatan transformasi koperasi menuju era digital, peningkatan daya saing koperasi, serta pengembangan ekosistem koperasi yang mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut baik dukungan Pemerintah Pusat terhadap pengembangan kawasan bersejarah koperasi tersebut. Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota bersejarah lahirnya gerakan koperasi Indonesia sekaligus mendorong tumbuhnya koperasi modern yang inovatif, profesional, dan berdaya saing.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, gerakan koperasi, dan seluruh pemangku kepentingan, peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan partisipasi generasi muda dalam berkoperasi, serta memperkokoh koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan Indonesia. SWG 010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!