Wamenkes Ajak Masyarakat Perangi TBC Dengan Minum Obat Dan Pola Hidup Sehat

Swara Gapura

Tasikmalaya Kota – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) bersama Wakil Menteri Dalam Negeri , Walikota Tasikmalaya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dan Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya meninjau  langsung kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG)  Kelurahan Siaga TB  di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Selasa (22/9)

Pada kesempatan tersebut Wakil Menteri Kesehatan dr Benjamin Paulus Octavianus juga menyampaikan terkait dengan penanganan atau pemeriksaaan  tuberculosis (TBC). Menurutnya pemeriksaan TBC di tahun 2027 akan menggunakan  metoda yang menyerupai SWAB tenggorokan seperti saat pandemi COVID-19

“ Dengan menggunakan alat yang lebih canggih hasil pemeriksaan tidak harus menunggu lama tapi bisa langsung diketahui dihari yang sama pada waktu pemeriksaan” terang dr Benjamin

Upaya penyembuhan atau pengobatan penderitan TBC lanjut dr Benyamin,  tidak cukup dengan minum obat dan berolah raga saja, akan tetapi juga memerlukan dukungan gizi yang seimbang dengan cara menjaga pola makan yang benar dan sehat serta istirahat yang cukup agar pengobatan berjalan maksimal

“Tingkat kesembuhan penderita TBC di Indonesia saat ini mencapai 95 persen, sedangkan untuk sisanya 5 persen disebabkan pasien tidak rutin minum obat” ujarnya

“ Deteksi dini, pengobatan hingga tuntas serta pencegahan penularan dilingkungan keluarga mejadi bagian penting dalam menutuskan rantai penyakit tersebut” tambah dr Benjamin

Benjamin berharap masyarakat Kota Tasikmalaya semakin aktif mengikuti program skrining kesehatan yang diselenggarakan pemerintah hingga kasus TBC ditemukan lebih cepat, diobati dengan tepat sehingga angka penularannya dapat ditekan

Di tempat yang sama Walikota Tasikmalaya Viman Alvarizi Ramadhan mengingatkan pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengenali potensi sebelum berkembang, untuk itu manfaatkanlah program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kesehatan sejak dini

“ Salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan dan  deteksi din penyakit adalah melakukan cek kesehatan secara rutin” ujarnya

Sementara itu ketua TP PKK Kota Tasikmalaya Elvira Kamarrow Putri mengatakan saat ini sebanyk 4.487 anggota Dasawisma, setiap anggota Dasawisma bertanggung jawab  mendata 10 hingga 20 kepala keluarga serta melihat kondisi lingkungan tempat tinggal  mulai dari sanitasi hingga kesehatan anggota keluarga

“ Selaian mempunyai  tanggung jawab pendataan, anggota Dasawisma juga harus mempromosikan kesehatan PBHS dan skrining kesehatan” terangnya

Pendataan tersebut tidak hanya berkaitan dengan TB, sejumlah indikator kesehatan lainnya turut dicatat  mulai dari gejala TB, hipertensi, status imunisasi hingga kondisi gizi balita. Menurut Elvira kondisi tingkat kesehatan warga ada kaitanannya dengan kondisi lingkungan tempat tinggal

“ Bilamana rata rata sanitasinya buruk, sekitar 79 persen belum punya septic tank kasus TB nya akan tinggi” tegasnya

“ Berdasarkan kelompok umur TB paling banyak ditemukan pada usia 15 hingga 64 tahun pasalnya kelompok ini memiliki mobilitas dan interaksi sosial cukup tinggi baik dilingkungan keluarga, tempat kerja maupun masyarakat” pungkas Elvira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!