Turunkan Stunting Di Sukabumi, Kemendukbangga Dan Mitra Bantu Bedah Rumah, Perbaikan Sanitasi Dan Bantuan Nutrisi

Swara Gapura

Kemendukbangga didampingi Bupati Kabupaten Sukabumi bersama mitra kerja menghadiri kegiatan penguatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi melalui program bedah rumah, perbaikan sanitasi, serta bantuan nutrisi bagi keluarga risiko stunting (KRS) Senin . (12/i).

Kegiatan yang  dilaksanakan melalui Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) menyasar langsung keluarga  terverifikasi masuk kategori KRS tersebut merupakan wujud nyata  menyelamatkan generasi masa depan

Mendukbangga Wihaji mengatakan hasil verifikasi menunjukkan bahwa keluarga yang dikunjungi memang menghadapi persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan akses air bersih, kondisi rumah tidak layak huni, sanitasi buruk, hingga minimnya asupan gizi. Faktor-faktor tersebut menjadi pemicu utama risiko stunting.

“Yang paling penting adalah menyelamatkan generasi berikutnya. Anak-anak ini harus kita jaga agar ke depan kehidupannya jauh lebih baik. Karena itu, pemerintah wajib hadir,” ujarnya Wihaji.

“Melalui Program Genting, pemerintah melakukan intervensi menyeluruh. Dua rumah keluarga KRS akan direnovasi melalui program rumah tidak layak huni, dilengkapi pembangunan MCK, penyediaan air bersih, serta bantuan asupan gizi  selama enam bulan dan tetap dalam pengawasan Tim Pendamping Keluarga (TPK),” tambahnya.

Salah satu keluarga yang mendapat perhatian khusus adalah keluarga Alm. Raya yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. Pemerintah memastikan rumah tersebut kini telah memiliki hunian layak, sanitasi memadai, serta akses air bersih. Seluruh fasilitas dasar telah diperbaiki dan bisa digunakan oleh keluarganya.

Apalagi saat ini Ibunda Alm. Raya sudah melahirkan adik Raya pada 4 Januari 2026 yang lalu yang diberi nama Raina Raya Nurrizky. Mendukbangga, Wihaji mengingatkan agar ibunya memberikan ASI eksklusif secara penuh.

“Anak ini amanah Allah, mesti dijaga, mulai dari penuhi kebutuhan ASI eksklusif-nya, jangan dikasih makanan pendamping yang lain dulu sampai 6 bulan dan ibunya juga ikut ber-KB jangka panjang agar pengasuhan anaknya bisa optimal,” pesannya.

Selain intervensi fisik, edukasi kepada keluarga menjadi bagian penting dari program. Petugas lapangan diingatkan bahwa perubahan perilaku tidak bisa dicapai secara instan. Pendampingan harus dilakukan secara bertahap, konsisten, dan penuh kesabaran agar pola hidup sehat benar-benar diterapkan.

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ditegaskan sebagai fase paling menentukan. Jika fase ini dapat dijaga dengan baik, risiko stunting dapat dicegah secara optimal. Sebaliknya, jika anak sudah mengalami stunting, peluang pemulihan hanya sekitar 20 persen.

“Anak-anak ini memiliki hak untuk tumbuh sehat dan menjadi generasi penerus bangsa. Menyelamatkan satu anak berarti menyelamatkan satu generasi,” tegas Wihaji.

“Dan melalui sinergi Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, serta para mitra, Program Genting diharapkan menjadi model intervensi berkelanjutan dalam membangun keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkualitas” Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!