Swara Gapura
Panjalu – Pemerintah Desa Panjalu bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Panjalu menggelar Haul Akbar Eyang Boros Ngora di kawasan Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Minggu (12/7).
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Pemerintah Desa Panjalu, Forkopimcam Panjalu, para kepala desa se-Kecamatan Panjalu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Sekretaris Dinas Pariwisata, keluarga besar Yayasan Boros Ngora, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Haul Akbar ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, di antaranya santunan kepada anak yatim piatu, tabligh akbar, tahlil akbar, gema shalawat, serta pembagian makan gratis kepada masyarakat.
Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Haul Akbar Eyang Boros Ngora menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para leluhur sekaligus mempererat persatuan masyarakat Panjalu.
“Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Panjalu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para donatur, pengusaha, para agnia, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Haul Akbar Eyang Boros Ngora” ujarnya
“ Mari kita bersama-sama membangun Panjalu agar semakin maju dengan tetap menjaga dan menjunjung nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” tambah H Yuyus.
Sementara itu, Bupati Ciamis yang diwakili Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dr.Drs Dian Budiyana M.S.i memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya Haul Akbar tersebut. Menurutnya, Eyang Boros Ngora sosok pemimpin visioner dan memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Panjalu.
“Warisan budaya yang ditinggalkannya hingga kini masih menjadi ruh kehidupan masyarakat dan harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus” ujar Dian.
Dian juga menyoroti tradisi Nyangku sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang telah diakui secara nasional. Tradisi tersebut bukan hanya memiliki nilai sejarah dan spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata budaya dan pertumbuhan perekonomian masyarakat.
“Warisan leluhur harus menjadi kekuatan untuk membangun Panjalu. Tradisi Nyangku adalah identitas budaya yang wajib kita lestarikan” ujarnya
Tugas kita bersama adalah menjaga dan melaksanakannya sesuai dengan nilai-nilai agama, budaya, serta ketentuan yang berlaku, sehingga tetap menjadi kebanggaan masyarakat Panjalu dan Kabupaten Ciamis,” tambah Dian.
Melalui penyelenggaraan kegiatan Haul Akbar Eyang Boros Ngora ini, Dian mengharapkan agar semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, serta nilai-nilai religiusnya semakin kuat dan tetap mengakar di tengah – tengah masyarakat.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa warisan leluhur tidak hanya dikenang, tetapi juga dijadikan inspirasi dalam membangun Panjalu yang religius, berbudaya, dan sejahtera” pungkasnya (SG.W.028/mon)
