Sempat Nyatakan Mundur, H. Herdiat Sunarya Putuskan Bertahan dan Fokus Benahi PSGC Ciamis

Swara Gapura

Ciamis – CEO PSGC Ciamis, H. Herdiat Sunarya, sempat menyatakan mundur dari jajaran kepengurusan PSGC Ciamis setelah melihat performa tim berjuluk Laskar Singacala tersebut terus mengalami penurunan dalam empat pertandingan terakhir.

Pernyataan tersebut muncul sebagai bentuk kekecewaan sekaligus keprihatinan Herdiat terhadap penampilan para pemain PSGC yang dinilainya belum menunjukkan permainan sesuai harapan, baik dari segi pola permainan, organisasi tim maupun semangat bertanding.

Kekecewaan itu semakin memuncak setelah PSGC Ciamis dipermalukan PSS Sleman dalam pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Rabu (4/11) malam. Namun, setelah berkomunikasi dengan jajaran pengurus pusat, Herdiat akhirnya memastikan tetap bertahan dan memilih memfokuskan perhatian melakukan pembenahan kondisi tim.

Herdiat mengungkapkan, dirinya bukan tidak siap menerima kekalahan. Ia memahami  PSGC Ciamis yang berlaga di kasta kedua  sedangkan PSS Sleman berada di kasta tertinggi. Akan tetapi, menurutnya, perbedaan kasta kompetisi bukan alasan bagi sebuah tim untuk kehilangan pola dan organisasi permainan.

“Saya menyadari  PSS Sleman beda satu level. PSS Sleman di kasta tertinggi, PSGC Ciamis di kasta kedua.  bukan tidak siap menerima kekalahan, tetapi para pemain seolah-olah mainnya tidak dengan hati. Kelihatan mainnya tanpa pola,” ujar Herdiat, Kamis (5/11/) siang, di Stadion Ciamis.

Menurut Herdiat, persoalan utama yang menjadi perhatian bukan semata-mata hasil akhir pertandingan, melainkan bagaimana para pemain mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Ia mencontohkan ketika PSGC tertinggal 2-0 dan salah satu pemain mendapatkan kartu merah. Dalam situasi tersebut, seharusnya tim lebih mengutamakan penguatan pertahanan serta menjaga organisasi permainan agar tidak semakin mudah ditembus lawan.

Namun, yang terjadi justru para pemain terus bermain ofensif untuk mengejar ketertinggalan tanpa memperhatikan keseimbangan lini belakang.

“Dari sejak  ketinggalan, pemain ofensif terus, menyerang terus. Padahal  tidak boleh lupa pertahanan. Kalau bukan kiper yang bermain luar biasa semalam, mungkin kita kemasukan lebih dari 10 gol,” tegasnya.

Herdiat juga menyoroti lemahnya koordinasi pertahanan PSGC. Ketika melakukan serangan, lini belakang kerap hanya menyisakan satu atau dua pemain untuk mengantisipasi serangan balik lawan. Kondisi tersebut berbeda dengan pola permainan PSS Sleman yang tetap menempatkan empat hingga lima pemain di lini belakang sebagai bentuk antisipasi terhadap serangan.

“ Situasi ini menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen PSGC Ciamis. Herdiat berharap seluruh jajaran kepengurusan, tim pelatih, dan pemain dapat melakukan introspeksi serta memperbaiki kekurangan yang selama ini terlihat di lapangan” terang Herdiat

Keputusan Herdiat untuk tetap bertahan di jajaran kepengurusan menjadi harapan baru bagi perjalanan PSGC Ciamis ke depan. Menurutnya  manajemen Harus mampu melakukan pembenahan secara menyeluruh, mengembalikan semangat juang para pemain, serta membangun kembali pola permainan yang solid.

“Dukungan masyarakat dan para suporter juga diharapkan tetap mengalir agar PSGC Ciamis dapat bangkit dari keterpurukan dan kembali menunjukkan prestasi terbaiknya “ pungkas Hediat . (SG.W.025/Awong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!