Swaragapura
Dalam konteks pengendalian penduduk melalui pendekatan kontrasepsi sudah selesai karena angka kelahiran total (tota fertility rate/TFR) sebesar 2,1 sudah memenuhi syarat tumbuh kembang selanjutnya bergeser pada program kependudukan dan pembangunan keluarga. Itulah yang menjadi kerangka kerja (framework) Kementerian
Hal itu diungkapkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/ BKKBN Wihaji saat memberikan kuliah umum di Musyawarah Kerja Nasional Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (Mukernas IPeKB) di Kota Bandung. Selasa (29/7)
Dengan capaian tersebut lanjut Wihaji, sudah saatnya padarigma kependudukan bergeser. Meski demikian pengendalian tetap menjadi prioritas untuk dijalankan khususnya bagi daerah daerah yang TFR nya masih tinggi seperti Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan kabupaten Cianjur
“ Kita prioritaskan mengedukasi pentingnya keluarga berencana kepada “masyarakat belum beruntung” selanjutnya bagaimana memastikan grand design pembangunan kependudukan” ujarnya
“ Intinya dengan grand design suatu upaya untuk mewujudkan sinergi, sinkronisasi dan haronisasi pengendalian atau jumlah penduduk dengan kebutuhan seperti sektor kesehatan, pendidikan dan lapangan pekerjaan serta investasi” tambah Wihaji
Ia menuturkan dalam kontes pembangunan keluarga sangat diperlukan pondasi yang kuat. Pondasi yang kuat dimulai dari calon pengantin (catin) harus berumur 21 tahun catin perempuan dan 25 tahun catin laki laki. Dan dalam konteks keluarga fondasi keluarga dimulai dari hulu atau dimulai dari kapan seseorang berkeluarga
“ Usia itu penting agar supaya nantinya anak yang dilahirkan tidak stunting, supaya ekonomi lebih bagus, supaya keluarganya nanti berkualitas dan ingat setelah catin akan jadi pasangan usia subur (PUS) maka akan hamil” tuturnya
Wihaji menambahkan hubungan sebab-akibat itu kemudian diakui Wihaji menjadi alasan lahirnya quick wins Kemendukbangga. Lima quick wins yang diusung Kemendukbangga merupakan jawaban atas masalah yang muncul selama siklus kehidupan. Adapun target yang disasar 72 juta keluarga di Indonesia berdasarkan Pendataan Keluarga 2024.
“Quick wins sejatinya bertumpu pada dua hal: mencegah dan mengubah perilaku. Dua hal itu penting untuk memastikan semua aman misalnya pastikan ibu hamil sehat, asupan gizi baik, sanitasi dan air bersihnya baik sehingga nanti bila lahir aman atau terhindar dari stunting” pungkasnya
