Dipusipda Kota Tasikmalaya Gelar Pemilihan Duta Baca 2025, Syifa Ajak Remaja Kembali Gemar Membaca

Swara Gapura

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dipusipda) Kota Tasikmalaya sukses menyelenggarakan Pemilihan Duta Baca Kota Tasikmalaya Tahun 2025. Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya pada Kamis (13/11) tersebut diikuti oleh 24 finalis dari berbagai perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya.

Pada ajang ini terpilih para juara untuk kategori putra dan putri. Untuk kategori putra, juara 1 diraih oleh Ramadan Ainul Atman Alfaruqi, juara 2 Muhammad Rakha Aly Faza, dan juara 3 Muhammad Maulana Fajar Sidik. Sementara untuk kategori putri, juara 1 diraih oleh Azmia Mar’atul Latifah, juara 2 Agisni Maharani, dan juara 3 Shifa Aliya Putri.

Sekretaris Dipusipda Kota Tasikmalaya, Hasriadi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mencari sosok inspiratif yang mampu menjadi teladan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan budaya membaca.

“Seorang Duta Baca adalah cerminan generasi pembelajar yang tidak hanya pandai menghafal, tapi juga mampu memahami maknanya,” ujarnya.

Hasriadi menambahkan, juara pertama dari kategori putra dan putri akan mewakili Kota Tasikmalaya pada ajang Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat. Sebelum itu, mereka akan mengikuti pembekalan untuk meningkatkan wawasan dan kesiapan dalam menjalankan tugas.

“Para juara dan seluruh peserta bukan hanya mewakili Kota Tasikmalaya di ajang provinsi, tetapi juga harus menjadi Duta Baca dalam mempromosikan budaya gemar membaca di masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap para Duta Baca mampu menghadirkan inovasi baru yang dapat meningkatkan literasi. Menurutnya, inovasi adalah aspek penting yang harus dimiliki untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di masyarakat.

“Para Duta Baca diharapkan dapat menghidupkan semangat membaca di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu finalis Duta Baca, Syifa Putri, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini berawal dari keinginannya untuk menginspirasi remaja agar kembali semangat membaca.

“Saya ingin memberikan inspirasi dan motivasi kepada anak muda. Saat ini, minat baca menurun karena banyak remaja lebih memilih konten hiburan di media sosial. Padahal teknologi bisa menjadi sarana belajar jika digunakan dengan benar,” ujar Syifa.

Ia menilai media sosial kini lebih sering disalahgunakan sebagai hiburan semata. Oleh karena itu, Syifa ingin menghadirkan konten-konten positif melalui komunitas yang ia bangun.

“Jika media sosial digunakan dengan tepat, kita bisa belajar banyak hal. Melalui komunitas saya, saya ingin membuat konten inspiratif yang mendorong orang untuk membaca, termasuk dengan memanfaatkan aplikasi perpustakaan digital,” jelasnya.

Syifa yang berasal dari Institut Agama Islam Tasikmalaya juga menyampaikan harapannya agar regenerasi Duta Baca dipersiapkan lebih matang.

“Saya berharap regenerasi Duta Baca dilakukan lebih awal agar semakin banyak anak muda yang tergerak untuk mencintai literasi sejak dini,” tutupnya. (SG.W-002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *