Pemkot Tasikmalaya Perkuat Komitmen Menuju Kota Layak Anak 2026

Swara Gapura

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Asep Goparullah menghadiri sekaligus membuka  kegiatan rapat koordinasi (rakor) gugus tugas Kota Layak Anak  (KLA) tahun 2026 di Aula Bale Kota Tasikmalaya. Selasa (7/4)

Dalam sambutannya  Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparullah menegaskan keberhasilan KLA tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi  tapi juga sangat ditentukan oleh lingkungan yang aman, sehat, ramah, inklusif dan dapat memberikan ruang pada anak untuk tumbuh dan belajar

“Anak memerlukan lingkungan yang aman, sehat, ramah, inklusif dan dapat memberikan ruang pada anak  tumbuh dan belajar karena pada fase inilah pondasi pertumbuhan, perkembangan karakter dan kapasitas anak dibangun.” terangnya

KLA lanjut Asep, bukan sekedar predikat administrasi melainkan sebuah sistem pembangunan yang menempatkan pemenuhak hak anak dan perlindungan khusus anak sebagai  bagian dari kerja nyata pemerintah, masyarakat, dunia usaha , media dan seluruh unsur pemangku kepentingan

“Untuk mewujudkan KLA Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki komitmen yang jelas dalam mendukung pemenuhan dan perlindungan anak,“ ujarnya.

“Komitmen tersebut dibuktikan dengan adanya Perda Kota Tasikmalaya nompr 8 tahun 2015 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan pembentukan gugus tugas Kota Layak Anak (KLA),” tambah Asep

Asep  juga mengingatkan untuk mewujudkan keberhasilan Kota Layak Anak (KLA) diperlukan langkah –langkah konkret dan  inisiatif serta dukungan dari seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan yang diserta dengan pelaporan yang baik sesuai sistematika dan petunjuk teknis yang berlaku.

“Saya mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi melalui gugus tugas Kota Layak Anak,” ujarnya.

Ia menambahkan Kehadiran Forum Anak dan Duta GenRe (Generasi Berencana) Kota Tasikmalaya dalam pembangunan bukan sekedar simbol partisipasi tetapi harus terlibat dalam pembangunan karena kota yang ramah anak adalah kota yang mau mendengar suara anak.

“Saya berharap rakor ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa pemenuhan hak anak bukan urusan satu pihak melainkan tanggungjawab bersama,”terangnya.

“Mari bangun Kota Tasikmalaya semakin layak anak agar tumbuh sehat, terlindungi, cerdas dan berkarakter menjadi generasi penerus yang unggul,” pungkas Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!