Tekan Inflasi dan Perkuat Pemasaran, BI Banten Jajaki Kerja Sama Pasokan Cabai Petani Sukamantri

Swara Gapura

Sukamatri– Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten serta TPID kabupaten/kota se-Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat, Rabu (22/7).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menjajaki kerjasama ( MOU ) pasokan komoditas cabai merah sekaligus memperkuat sinergi antara petani di Kabupaten Ciamis dengan pemerintah daerah di Provinsi Banten dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai.

Ketua KTNA Kabupaten Ciamis yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, H. Pipin Arif Apilin, mengatakan kerja sama tersebut berkaitan dengan pengembangan klaster cabai merah bersama kelompok tani merupakan binaan BI Cabang Tasikmalaya yang ada di Kecamatan Sukamantri.

“Ini terkait kerja sama di bidang klaster cabai merah dengan kelompok tani yang ada di Sukamantri yang merupakan kelompok binaan BI Cabang Tasikmalaya,Mudah-mudahan dengan adanya kerja sama ini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pemasaran hasil pertanian,” ujar Pipin.

Kepastian pasar lanjut Pipin menjadi salah satu hal penting bagi petani pasalnya  dengan adanya kepastian pasar petani dapat membuat perencanaan produksi yang lebih matang. Dengan adanya kerja sama tersebut, petani diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panennya

“ Dengan adanya kepastian pasar petani dapat mengetahui kapan musim panen raya terjadi sehingga dapat mengatur strategi  penanaman, penjualan ataupun penyimpanan”  ujanra

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis melalui Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Ekawati, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pengembangan klaster cabai binaan Bank Indonesia.

“Ini merupakan kunjungan BI Provinsi Banten bersama TPID Provinsi Banten dan TPID kabupaten/kota di Provinsi Banten ke klaster cabai binaan Bank Indonesia yang berada di Kecamatan Sukamantri dan Panumbangan,” kata Ekawati.

Ia berharap potensi pengembangan hortikultura, khususnya komoditas cabai, dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Selain meningkatkan produktivitas, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat menciptakan pemahaman lebih baik mengenai keterkaitan antara produksi, harga dan pengendalian inflasi.

“Harapannya, potensi hortikultura, terutama cabai, dapat dikembangkan sehingga petani semakin sejahtera. Di sisi lain, pengendalian inflasi juga harus dilakukan dengan menjaga keseimbangan harga agar tidak merugikan petani maupun masyarakat,” jelas Ekawati

Ekawati menegaskan, kerja sama dalam penanganan inflasi komoditas cabai tidak dimaksudkan untuk melakukan intervensi terhadap petani. Petani tetap memiliki kebebasan dalam menentukan mitra kerja sama dan pemasaran hasil produksinya.

“Tidak ada intervensi kepada para petani. Mereka bebas bekerja sama dengan siapa pun. Yang terpenting, jangan sampai ada target harga yang tidak sesuai dengan harga pasar. Harga harus tetap seimbang dan tidak merugikan masyarakat maupun petani,” ujarnya.

“Melalui kerja sama tersebut, diharapkan terbangun rantai pasok cabai yang lebih kuat dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani di Kabupaten Ciamis” pungkas Ekawati. (SG,W. 028/mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!