Swara Gapura
Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat menggelar acara puncak Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026 di Teater Tertutup Dago Tea House Kota Bandung. Jum’at (21/7)
Dengan mengusung tema Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas, kegiatan tersebut diisi Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat yang diikuti 893 anak perwakilan dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat mulai dari jenjang PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA
Penampilan kreativitas anak seperti Tari Merak, Pencak Silat dan Ngawih Pupuh pada Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat menjadi penegasan bahwa pemenuhan hak anak tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan, tapi juga memberikan ruang yang aman, inklusif, dan inspiratif bagi anak untuk mengembangkan bakat dan kreativitas atau berkarya, serta berpartisipasi sekaligus dapat menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal
Dalam sambutan Gubernur Jawa Barat yang dibacakan Kepala DP3AKB Jawa Barat Siska Gerfianti ditegaskan bahwa anak merupakan aset strategis bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak” ujarnya
“Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat menjadi salah satu bentuk nyata pemberian ruang partisipasi anak sekaligus upaya melestarikan budaya Sunda melalui kreativitas generasi muda,” tambah Siska.
Pada saat yang sama, Staf Ahli Kementerian PPPA RI Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan HAN sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam memenuhi hak anak serta melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga perkawinan anak.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.A.P. Menurutnya, anak-anak perlu terus diberikan ruang yang aman, menyenangkan, dan inspiratif agar dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif sekaligus mencintai budaya daerah.
“Anak-anak bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga pewaris budaya bangsa. Melalui festival diharapkan bisa menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, dan inspiratif agar dapat mengekspresikan bakatnya sekaligus mencintai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa,” katanya.
Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga media pembelajaran karakter, penguatan identitas budaya, dan wadah partisipasi anak dalam pembangunan. Beragam penampilan seni tradisional menjadi bukti bahwa generasi muda Jawa Barat mampu menjaga warisan budaya sekaligus tampil kreatif dan berprestasi.
Melalui semangat “Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas”, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap seluruh anak semakin percaya diri mengembangkan potensi terbaiknya, berpartisipasi aktif dalam pembangunan, serta tumbuh menjadi generasi berkarakter, berbudaya, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
