Verifikasi Proklim, Desa Sindangmukti Jadi Salah Satu dari 25 Lokasi Utama di Jawa Barat

Swara Gapura

Panumbangan-Tim verifikasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan peninjauan langsung ke Desa Sindangmukti, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Rabu (12/8). Peninjauan dilakukan dalam  untuk rangka verifikasi Program Kampung Iklim (Proklim).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Panumbangan, Kepala Bidang Tata LIngkungan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKLH) Kabupaten Ciamis, UPTD Kebersihan Panumbangan, Danramil Panumbangan, perwakilan Kapolsek, Kepala Desa Sindangmukti dan jajaran, dan para kader

Verifikasi dilakukan untuk menilai kesiapan, pelaksanaan program, serta berbagai upaya Pemerintah Desa Sindangmukti bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim.

Sebelumnya, Desa Sindangmukti telah melakukan berbagai persiapan, di antaranya gotong royong membersihkan lingkungan dan situs bersejarah, penataan tempat pembuangan sampah, perencanaan pemagaran TPS, serta kegiatan penanaman dan penghijauan untuk meningkatkan resapan air dan menjaga kualitas lingkungan.

Perwakilan Tim Verifikasi Pemprov Jabar, Difa, mengatakan verifikasi tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Kabupaten Ciamis kepada Kementerian Lingkungan Hidup.

“Verifikasi ini untuk mencatat kembali secara lengkap berbagai kegiatan yang sebelumnya telah diusulkan,” ujarnya.

Menurutnya, penilaian Proklim mencakup tiga aspek utama, yakni adaptasi, mitigasi, dan kelembagaan. Salah satu kegiatan mitigasi yang dinilai menonjol di Desa Sindangmukti adalah penggunaan pupuk organik pada lahan persawahan, khususnya di wilayah Dusun Sindang Hurip.

Difa menambahkan, secara keseluruhan terdapat 25 lokasi utama di Jawa Barat yang menjadi sasaran verifikasi Proklim dan tersebar di 12 kabupaten/kota.

“Verifikasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Pemerintah Desa Sindangmukti bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mewujudkan kampung iklim yang berkelanjutan” pungkas Difa. (SG.W.028/mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!