Kepala DP3AKB Jabar Minta Penyuluh KB Dorong Graduasi Keluarga Miskin Jadi Keluarga Pancawaluya

Swara Gapura

Bandung Jawa Barat-DInas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat (Jabar) menggelar Webinar Optimalisasi Peran Penyuluh KB dalam Pelaksanaan Edukasi Progrma Keluarga Berencana dan Ketahanan Pangan bagi keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Jabar. Jum’at (14/8)

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jabar Siska Gerfianti tersebut di ikuti secara daring oleh ratusan penyuluh KB dari berbagai daerah di Jabar

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti menegaskan DP3AKB jabar terus mendorong penguatan penyuluh KB dalam mengitegrasikan program KB, ketahanan keluarga, dan penanganan kemiskinan melalui pemanfaatan bansos yang tepat sasaran

“ Jumlah penduduk Jabar mencapai 51 juta jiwa tersebar dalam 13,7 juta keluarga sehingga seluruh program pembangunan harus diarahkan mengelola kependudukan, salah satunya melalui program KB” ujarnya

Menurut Siska, dari 13,7 juta keluarga di Jabar,masih ada keluarga hidupnya di bawah garis kemiskinan. Ia menegaskan penanganan kemiskinan tidak cukup pemberian bansos, tapi  harus dibarengi pembekalan keterampilan, pengetahuan dan pendampingan serta kemandirian keluarga

“Keluarga adalah unit terkecil sekaligus sebagai penentu kemanjuan suatu bangsa, maka dari itu program KB bukan sekedar mengatur kelahiran, tapi bagian dari upaya membangun keluarga sehat, mandiri, berkualitas dan sejahtera” terang Siska

“ Penyuluh KB sebagai tokoh masyarakat dan paham kondisi dilapangan diharapkan mampu mengubah pola pikir keluarga miskin menjadi keluarga Pancawaluya yaitu keluarga sehat, tentram, cerdas dan mandiri secara ekonomi” tambah Siska

Siska juga mengungkapkan  sejumlah persoalan masih dihadapi keluarga penerima bansos diantaranya keterlibatan sebagian keluarga dalam judi daring. Ia menyebutkan terdapat 221.930 KPM bansos di Jabar yang perlu di pantau dan nerkolaborasi antara DP3AKB, Kemendukbangga dan Dinas Sosial sangat penting agar bantuan tepat sasan

“Penyuluh KB dan tenaga lini lapangan berperan aktif menilai status kemiskinan keluarga binaan serta mendorong proses graduasi, yakni upaya mengeluarkan keluarga miskin menuju sejahtera melalui beberapa program pendampingan seperti program pemberdayaan ekonomi temasuk UMKM” ujar Siska

Sementara itu, Ketua Penyelenggara sekaligus Kabid Peningkatan Kualitas Keluarga DP3AKB Jabar, Iin Indasari menyampaikan hingga 15 Juli 2025, edukasi program KB dan ketahanan keluarga telah menjangkau 25.399 KPM, dengan 18.282 di antaranya merupakan pasangan usia subur.

“Dari jumlah tersebut, 86 persen sudah menjadi peserta KB, sementara sisanya belum. Capaian ini menegaskan  bantuan sosial dapat menjadi entry point strategis menjangkau keluarga rentan sekaligus memperkuat perencanaan keluarga,” ungkapnya

webinar menghadirkan narasumber dari Kemendukbangga (BKKBN), Dinas Sosial  Jabar, dan Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Jabar. Dan dihadiri pula  Perwakilan BKKBN Jabar Adang Syamsul Hadi, perwakilan Dinas Sosial Jabar Wiwid Novita, serta Ketua KKI Jabar Ferry Hadianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!