Swara Gapura
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) / Kepala BKKBN Wihaji melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Cianjur untuk tim pendamping keluarga (TPK), penyuluh KB dan lulusan sekolah lansia se-Kabupaten Cianjur di Aula Lautan Berlian Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas. Rabu (5/4)
Menurut Wihaji kunjungan tersebutbertujuan untuk memastikan program makanan bergizi gratis 3B (MBG 3B) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD berjalan optimal sekaligus memperkuat upaya pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting
“ Kita harus memastikan bahwa seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di kabupaten Cianjur distribusi MBG 3B merata, berjalan baik dan sesuai standar kepada masyarakat” tegasnya
Di Kabupaten Cianjur saat ini baru sekitar 72 persen dari total SPPG yang sudah memberikan layanan, Untuk itu semua jajaran terkait. Wihaji menegaskan semua jajaran terkait segera melakukan pengecekan terhadap SPPG yang belum mendistribusikan MBG 3B agar segera dilaksanakan
“ Saya minta nanti di cek Pak Kaper SPPG mana yang belum mendistribusikan MBG 3B. Insya Allah tidak ada masalah hanya tingga menunggu waktu”ujarnya
Program MBG 3B lanjut Wihaji, memiliki keterkaitan dengan pembangunan keluarga karena keluarga merupakan unit terkecil dalam negara sebagai pondasi keberhasilan pembangunan nasional. Menurutnya kalau ingin memperbaiki pembangunan dan negara makan perbaiki dulu kelurganya artinya keluarga harus menjadi titik awal perbaikan
“TPK khususnya para ibu harus memberikan edukasi dan memberikan contoh kepada masyarakat terkait kesehatan keluarga dan pencegahan stunting” ucap Wihaji
Selain menghadiri kegiatan temu TPK, Wihaji juga mengunjungi SPPG Cipanas Sindangjaya 5 pengeloaam dan produksi MBG 3B, Wihaji juga mengunjungi keluarga berisiko stunting (KRS) sekaligus menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan nutrisi melalui program gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting).
Sementara itu dalam laporannya Pemkan Cianjur menyampaikan total anggaran bantuan operasional keluarga berencana (BOKB) dari pemerintah pusat mencapai 16,13 millyar. Dari jumlah tersebut Rp 12,59 millyar dialokasikan untuk operasional 5.724 TPK.
Adapun capaian prevalensi stunting di kabupaten Cianjur pada tahun 2025 mencapai 7,3 persen. Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Cianjur sebagai daerah dengan prevalensi stunting terendah di provinsi Jawa Barat. Selain itu juga KRS di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan signifikan dari 394.751 keluarga pada tahun 2021 menjadi 104.867 keluarga pada tahun 2024.
Pada kesempatan yang sama Pemerintah Kabupaten Cianjur menegaskan untuk terus menjalankan program Bangga Kencana serta memperkuat pendampingan KRS sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
