HUT Ke 1 RS Unpad. Kepala DP3AKB Jabar Berharap Berikan Pelayanan Terbaik

Swaragapura

Kepala Dinas pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Siska Gerfianti mewakili Gubernur Jabar hadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 1 RS Unpad minggu (20/7) lalu. Peringatan diisi dengan kegiatan bakti sosial pelayanan KB metode operasi pria (MOP) atau vasetomi dan metode operasi  wanita (MOW) atau tubektomi

“Atas nama Pemprov Jabar , saya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-1 RS Unpad. Semoga RS Unpad semakin maju” ujarnya

“ Dan terus menjadi pelopor pelayanan kesehatan yang unggul, dan konsisten mendukung berbagai program pembangunan kesehatan, termasuk program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana),” ucap Siska

Siska menjelaskan, indikator utama Bangga Kencana meliputi angka kelahiran total (TFR), angka kebutuhan KB  tidak terpenuhi (unmet need), dan angka pemakaian kontrasepsi modern (MCPR). Pada 2024, TFR Provinsi Jabar sebesar 2,03 dengan TFR terendah Kota Bekasi (1,81) dan tertinggi Kabupaten Garut (2,35). Jabar juga tercatat memiliki unmet need 11,2 persen, lebih tinggi dari nasional sebesar 11,1 persen.

Capaian kinerja MCPR Provinsi Jawa Barat terbilang moncer. Dari target prevalensi 63,6 persen pada 2024, Jabar berhasil membukukan capaian 64,3 persen. Angka ini di atas rata-rata nasional sebesar 61,7 persen. Dari 27 kabupaten dan kota, Kabupaten Sumedang mencatat capaian MCPR tertinggi sebesar 76,1 persen.

“Indikator utama tersebut meski belum optimal tapi menunjukkan keberhasilan peningkatan akses dan penggunaan kontrasepsi modern di pasangan usia subur (PUS). Namun masih perlu peningkatan persentase peserta KB MKJP. Dari target 25,4 persen, Jabar baru 22,8 persen. masih di bawah rata-rata nasional sebesar 25,5 persen,” papar Siska.

Secara khusus Siska menyampaikan akresiasi kepada RS Unpad yang menyelenggarakan bakti sosial pelayanan MOW dan MOP. Selama bakti sosial, panitia mencatat melayani 30 MOW dan tiga MOP. Dan berharap RS Unpad bisa terus memberikan pelayanan MOP dan MOW sehingga mampu mendorong naiknya prevalensi KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Jabar.

Di bagian lain, Siska mengingatkan kembali bahwa program KB bukan hanya soal pengendalian penduduk tapi merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk keluarga berkualitas, menekan angka kematian ibu dan anak, serta mendukung ketahanan keluarga dan pembangunan manusia secara keseluruhan.

“Saya sangat mengapresiasi RS Unpad atas inisiatif luar biasa ini serta semua pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan ini, baik dari Dinas Kesehatan Jabar, Dinas Kesehatan dan DPPKBPPPA Kabupaten Sumedang, BKKBN, dan semua tenaga kesehatan serta tenaga penyuluh” ujar Siska.

“Mari kita terus perkuat sinergi, karena upaya percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas SDM, dan kesejahteraan keluarga tidak dapat dilakukan sendiri. Butuh kolaborasi semua pihak,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!